Berita

Vaksin Covid-19 Sputnik V/Net

Kesehatan

Hasil Uji Coba Fase III, Kemanjuran Sputnik V Capai 91,6 Persen

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 09:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute dari Rusia, Sputnik V menunjukkan efektivitas hingga 91,6 persen.

Angka tersebut berdasarkan hasil uji coba tahap akhir yang sudah ditinjau oleh rekan sejawat dan diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada Selasa (2/2).

Para ilmuwan menyebut data kemanjuran tersebut sesuai dengan yang dilaporkan pada tahap awal uji coba.


"Pengembangan vaksin Sputnik V telah dikritik karena tergesa-gesa yang tidak pantas dan tidak adanya transparansi," ujar profesor di University of Reading, Ian Jones dan profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine, Polly Roy.

"Tetapi hasil yang dilaporkan di sini jelas dan prinsip ilmiah vaksinasi telah dibuktikan," kata para ilmuwan, seperti dikutip Reuters.

Uji coba vaksin dilakukan berdasarkan data dari 19.866 sukarelawan, seperempat di antaranya menerima plasebo. Penelitian sendiri dipimpin oleh Denis Logunov dari Gamaleya Institute.

Sejak uji coba dimulai di Moskow, ada 16 kasus gejala Covid-19 yang tercatat di antara orang-orang yang menerima vaksin, dan 62 di antara kelompok plasebo.

Ini menunjukkan bahwa rejimen dua dosis vaksin, dua suntikan berdasarkan dua vektor virus yang berbeda, diberikan dengan selang waktu 21 hari, 91,6 persen efektif melawan gejala Covid-19.

Vaksin Sputnik V adalah yang keempat di dunia yang telah mempublikasikan hasil Fase III di jurnal medis terkemuka yang ditinjau oleh rekan sejawat. Sebelumnya sudah ada Pfizer dan BioNTech, Moderna dan AstraZeneca.

Suntikan Pfizer memiliki tingkat kemanjuran tertinggi pada 95 persen, diikuti oleh vaksin Moderna dan Sputnik V sementara vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran rata-rata 70 persen.

Sputnik V juga sekarang telah disetujui untuk disimpan di lemari es biasa, bukan di freezer, membuat transportasi dan distribusi lebih mudah.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya