Berita

Spanduk berisi pemberitahuan kawasan wajib masker/Net

Jaya Suprana

Kebangkitan Peradaban Masker

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 09:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

CADAR merupakan busana tradisional masyarakat Timur Tengah terutama yang bermukim di kawasan gurun pasir sebagai alat pelindung hidung dan mulut terhadap gangguan debu terhadap saluran pernafasan manusia.

Masker


Sementara masyarakat Barat mengenakan masker juga untuk melindungi bagian hidung dan mulut yang terutama digunakan oleh para perawat dan dokter dari bakteri dan virus yang masuk ke tubuh manusia melalui saluran pernafasan. Namun kemudian citra masker tercemar akibat dikenakan oleh para perampok bank demi menyamarkan identitas diri agar sulit tertangkap oleh polisi.


Di belahan akhir abad XX masker mengalami pencemaran citra secara global akibat kerap digunakan para terorisme menyamarkan diri ketika melakukan angkara murka terorisme mereka. Karena ada pelaku terror yang kebetulan Muslim maka setitik nila merusak susu sebelangga sehingga secara gebyah-uyah masker diidentifikasikan dengan Islam yang kemudian merambah ikut merusak citra cadar akibat kebetulan cadar menutupi bagian hidup dan mulut pengenanya.

Maka cadar dilarang di negeri penderita Islamophobia seperti Prancis dan Belanda. Bahkan di Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia, cadar sempat dikaitkan dengan terorisme sebab di dalam kelompok teroris kebetulan ada perempuan yang mengenakan cadar.

Di bandara-bandara internasional mau pun domestik, kaum perempuan yang mengenakan cadar serta kaum lelaki berciri etnis Arab lazimnya paling cermat diperiksa oleh para petugas keamanan bandara. Pendek kata citra cadar berada di titik terendah peradaban dunia sampai pada awal tahun 2020 mendadak muncul pagebluk Corona.

Gegara Corona


Akibat angkara murka virus Corona ganas menyerang saluran pernafasan manusia di seluruh pelosok planet bumi mendadak masker menjadi bagian melekat pada peradaban umat manusia di planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya ini.

Mendadak masker menjadi bagian busana yang tidak bisa lepas dari peradaban umat manusia yang masih tidak ingin dirinya tertular virus Corona.

Alih-alih dilarang malah masker mendadak diwajibkan digunakan dengan ancaman sanksi mulai dari sekadar teguran sampai denda bahkan hukuman penjara. Siapa enggan atau lupa mengenakan masker di tempat umum langsung menjadi sasaran hujatan mulai dari asosial sampai egois tanpa peduli kepentingan umum.

Masker menjadi lambang kesadaran sosial yang paling utama dalam perjuangan umat manusia melawan Corona.

Jika sebelum Corona, orang pakai masker dilarang masuk ke bank maka setelah Corona orang TIDAK pakai masker dilarang masuk bank. Gegara Corona, orang yang TIDAK pakai masker dilarang masuk ke bandara dan stasiun kereta api dan bus.

Donald Trump yang benci cadar akibat Islamofobik akhirnya pakai masker.

Adibusana


Bahkan para perusahaan adibusana tidak mau ketinggalan mendayagunakan masker sebagai bagian utama dari seni adibusana di mana para peragawati dan peragawan diwajibkan menggunakan masker ketika berlenggang di panggung cat-walk.

Para perancang adibusana kreatif dan inovatif dalam merancang masker sebagai mahakarya adibusana dalam berbagai bentuk, gaya dan motif desain sebagai produk andalan industri ekonomi kreatif. Motif batik juga popular sebagai motif masker yang laris diperjual-belikan mulai dari Paris sampai Beijing sampai New York.

Peradaban


Isaac Levy adalah pemilik dan pendiri Yvel yang tersohor sebagai produsen perhiasan super mewah dan super mahal dengan 150 tenaga kerja di Israel dan Amerika Serikat terdiri dari para pembuat perhiasan dari Ethiopia dan 23 negara lain-lainnya yang secara khusus digembleng di Megemeria School of Jewelry & Art di pusat pabrik Yvel yang berada di pinggiran kota Jerusalem.

Selama tiga bulan para pejuang perhiasan Yvel membanting tulang merentang otot untuk menggubah sebuah mahakarya berbentuk mahamasker dengan desain mesh seberat 90 ons memiliki bagian terbuka yang bisa diselipkan masker N-99.

Mahamasker Yvel terbuat dari 250 gram emas 18 karat dan bertabur 3.608 diamond putih dan hitam (!) berat total sekitar 210 karat. Dengan harga 1.500.000. juta dollar Amerika Serikat mahamasker ciptaan Yvel layak dinobatkan sebagai pemegang rekordunia masker termahal.

Sekaligus merupakan bukti tak terbantahkan bahwa masker mengalami masa kebangkitan peradaban secara luar biasa dahsyat. Apabila dahulu kala ada jaman batu dan jaman perunggu maka kini ada jaman masker.

Abad XXI layak dinobatkan sebagai abad kebangkitan peradaban masker.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya