Berita

Unggahan Dr Tirta pada Sabtu 31 Januari 2021 tentang pasien meninggal yang dicovidkan/Repro

Kesehatan

Dr Tirta Beri Penjelasan Soal Pasien Yang Meninggal Tiba-tiba Di-Covid-kan

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 15:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Semakin banyak saja berita simpang siur tentang Covid-19 yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah keresahan mengenai pasien yang statusnya 'dicovidkan' ketika meninggal.  

Relawan penanganan Covid-19, Dr Tirta dalam unggahan video di akun Instagramnya menyayangkan anggapan tersebut. Ia pun meluruskan berita itu dengan merujuk kepada Peraturan Menteri Kesehatan.

"Dokter, kenapa sih kalo ada orang meninggal, datang tiba-tiba, bukan karena covid. Tapi matinya (statusnya) jadi Covid?" ujar Tirta.  


"Jadi beguni, ada peraturannya di Permenkes dan itu berdasarkan WHO.  Siapa pun yang meninggal dalam keadaan dadakan dan tidak diketahui penyebabnya, itu wajib swab terlebih dahulu," jelas Tirta, pada unggahannya Sabtu (30/1).

Tirta menjelaskan, itu adalah salah satu bentuk proteksi untuk tenaga kesehatan.

Lamanya hasil tes swab keluar juga bisa menjadi penentu apakah pasien (meninggal) itu dikuburkan secara Covid atau tidak.

"Kalau misalkan ternyata hasil swab-nya lama, tetapi ternyata ada gejala-gejala mirip Covid, (maka) dia dikuburkan secara Covid. Jadi bukan di-Covid-kan. Karena itu untuk keamanan kami juga," katanya.

Lalu, kalau seseorang mengalami  kecelakaan dan terbukti memang meninggal aibat kecelakaan dan tidak ada gejala sebelumnya, maka akan dikuburkan seperti biasa.

Namun, jika seseorang  meninggal dadakan dan tidak jelas, lalu saat di-swab ternyata positif, berarti orang itu meninggal karena covid. Mungkin ada pneumonia atau dia OTG.  "Untuk lebih amannya maka orang itu dimakamkan secara pemulasaraan, secara covid. Jadi bukan dicovidkan," tegas Tirta.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya