Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Sertifikasi Vaksinasi

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 22:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI TENGAH polemik pro-kontra pemaksaan vaksin cegah Corona bagi seluruh rakyat Indonesia, para warga alam maya ramai membahas wacana pemberian sertifikat bagi warga yang bersedia divaksinasi cegah Corona.

Saya tidak setuju pemaksaan vaksinasi. Saya mendukung pemberian sertifikat bagi warga yang bersedia divaksinasi cegah Corona.

Secara alasanologis, dukungan saya terhadap sertifikasi vaksinasi cegah Corona kepada para warga berdasar beberapa alasan. Antara lain pemaksaan vaksin cegah Corona tidak dibenarkan oleh WHO.


Memaksakan vaksin rawan dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia memilih cara melindungi kesehatan masing-masing pemaksaan vaksin juga kurang  selaras dengan makna luhur yang terkandung di dalam sila  Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mau pun Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia.

Reward


Para psikolog pendidikan meyakini bahwa sistem reward lebih efektif ketimbang punishment maka saya lebih setuju sistem sertifikasi ketimbang sanksi hukuman denda mengingat tidak setiap rakyat Indonesia mampu membayar denda yang konon bisa sampai Rp 100juta.

Dengan pemberian sertifikat bagi yang bersedia divaksin cegah Corona maka dapat diharapkan mereka yang semula enggan kemudian bersedia divaksinasi.

Tujuannya, demi kemudahan menempuh perjalanan dan memperoleh visa negara yang menutup diri terhadap mereka yang belum divaksinasi serta kebutuhan-kebutuhan administratif lain-lainnya.

Jurus


Pada saat naskah ini ditulis, jumlah morbiditas Corona di Indonesia sudah melampaui satu juta serta mortalitas sudah di atas duapuluhribu. Termasuk tertinggi di Asia Tenggara.

Berarti vaksin memang sangat dibutuhkan untuk menanggulangi angkara murka virus Corona.

Namun pada hakikatnya vaksinasi apalagi dipaksakan bukan merupakan solusi yang terbaik apalagi sempurna akibat problematika angkara murka virus Corona sangat multi kompleks, multi aspek bahkan multi dimensional.

Maka vaksin tetap tidak bisa menggantikan namun hanya melengkapi kemutlakan protokol 3-M sampai ke kesadaran psikokultural untuk menjauhkan diri dari kerumunan mau pun mandiri meningkatkan daya tahan tubuh masing-masing dengan minum vitamin atau jamu.

Vaksin hanya merupakan satu di antara sekian banyak jurus yang tersedia bagi manusia dalam perjuangan bersama melawan angkara murka virus Corona yang sementara ini masih belum mereda dalam ganas menerkam manusia secara tidak pandang bulu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya