Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf dalam diskusi Tanya Jawab Cak Ulung/RMOL

Politik

Agar Dinikmati Rakyat, Gde Siriana Usul Wakaf Uang Pakai Skema Silang

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 03:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gerakan nasional wakaf uang yang telah diluncurkan pemerintah sejatinya tidak bisa hanya dipandang dari segi ekonomi semata. Banyak hal yang patut dipertimbangkan pemerintah sebelum akhirnya menggunakan dana umat tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf dalam diskusi Tanya Jawab Cak Ulung bertema 'Polemik Wakaf Uang' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/1).

"Intinya, pengelolaan wakaf ini harusnya bisa dinikmati masyarakat luas," jelasnya.


Pada dasarnya, ia menilai ada aspek positif dari transformasi wakaf uang. Dengan adanya wakaf uang, maka diyakini partisipasi masyarakat untuk mewakafkan hartanya meningkat.

"Orang tidak perlu menjadi kaya untuk mewakafkan hartanya. Lebih dari sederhana, punya uang lebih sedikit bisa diwakafkan," ujar Gde.

Agar wakaf uang bisa benar-benar dinikmati masyarakat luas, Gde Siriana pun mengusulkan ada skema silang antara pemanfaatan wakaf uang dan wakaf properti.

"Misal ada wakaf sawah, wakaf uang bisa digunakan untuk membeli bibit, pupuk hingga panen. Sehingga benar-benar dinikmati masyarakat, juga melibatkan partisipasi masyarakat, di situ ekonomi akan berputar," tegasnya.

"Jadi wakaf mempunyai peran perekat di antara kaya dan miskin, bukan hanya masalah ekonomi saja, transfer kekayaan saja. Tetapi secara batin, psikologis kehidupan sosial dekat antara kaya miskin," tandasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya