Berita

PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) turut memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Minahasa Utara/Ist

Nusantara

Bantu Korban Bencana, PT MSM Salurkan Bantuan Ke Manado Dan Minahasa Utara

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 23:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara memantik swasta untuk turut berbagi dalam kegiatan kemanusiaan membantu korban terdampak.

Seperti yang dilakukan dua anak perusahaan PT Archi Indonesia, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang memberikan sejumlah bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Manado dan Minahasa Utara.

Bahkan sejak pekan lalu, bantuan seperti kasur, tikar, beras, susu, mie instan, ikan kaleng, sabun cuci dan sabun mandi disalurkan ke sejumlah titik bencana di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.


Selain disalurkan langsung ke sejumlah titik bencana, PT MSM dan PT TTN juga memberikan bantuan ke Pemerintah Kota Manado yang akan disalurkan BPBD. Bantuan diterima Walikota Manado, GSV Lumentut di Pendopo Balai Kota, Sabtu (23/1).

“Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin kami ketika Sulawesi Utara dilanda bencana alam. Ini untuk kesekian kalinya kami lakukan sebagai bagian dari Corporate Social Responsbility PT MSM dan PT TTN,” ujar Presiden Director kedua perusahaan ini, David Sompie, Kamis (28/1).

Dalam penyaluran bantuan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar bantuan dapat tepat sasaran.

Sementara itu, Walikota Manado, GSV Lumentut mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan PT MSM dan PT TTN dalam meringankan korban bencana banjir dan tanah longsor di kota Manado.

“Kami akan menyalurkan berbagai bantuan yang sudah masuk melalui BPBD kota Manado secara merata ke warga yang membutuhkan,” ujar Lumentut.

Sebelumnya, PT MSM dan PT TTN juga menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Sulawesi Barat dan banjir bandang di Kalimantan Selatan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya