Berita

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin/Net

Kesehatan

Selain Pakai Data KPU, Andi Arief Usul Bekas TPS Dipakai Untuk Suntik Vaksin

RABU, 27 JANUARI 2021 | 04:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang memilih menggunakan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam program vaksinasi massal dinilai menjadi terobosan di tengah buruknya data Kemenkes.

"Ide menggunakan data KPU untuk vaksin bisa jadi terobosan. Bahkan kalau mungkin dilakukan, di tempat pernah TPS ada jadi lokasi penyuntikan," kata politisi Demokrat, Andi Arief di akun Twitternya, Selasa (26/1).

Menurutnya, pola tersebut patut direalisasikan Kemenkes dalam program vaksinasi massal yang rencananya dilakukan empat tahapan prioritas.


"Kalau terbatas vaksinnya, dimulai di beberapa daerah terlebih dahulu," usul Andi Arief.

Budi Gunadi sendiri memutuskan akan menggunakan data dari KPU dalam vaksinasi massal. Hal itu ia putuskan usai melihat adanya perbedaan data Kemnekes mengenai ketersediaan fasilitas kesehatan di daerah dengan fakta yang ada di lapangan.

"Kebetulan KPU baru pemilihan dan itu kayaknya yang paling current, saya enggak mau pakai data Kemenkes," tegas Budi Gunadi Sadikin.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya