Berita

Pencairan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Tangerang Selatan/RMOLBanten

Nusantara

Dinas Sosial Tangsel Catat 12 Ribu Data Penerima BST Bermasalah

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 18:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bantuan Sosial Tunai (BST) di Tangerang Selatan, Banten mendapati permasalahan saat penyaluran tahap pertama di bulan Januari 2021.

Kepala Dinas Sosial Tangsel, Wahyunoto Lukman mengatakan, ada 12 ribuan data bermasalah selama pendataan BST di Tangsel.

"Data sampah 12 ribuan, mereka terdata menerima BST padahal sudah mendapat bantuan sosial pemerintah dengan program lain, kemudian ada data warga yang sudah meninggal dunia, tapi kembali masuk dalam data," ungkap Wahyunoto, Senin (25/1).


Untuk itu, Dinsos akan mengevaluasi penyaluran BST di tahap selanjutnya pada bulan Februari. Dan, sudah menyiapkan data pengganti.

"Data pengganti sudah kami siapkan, karena dari usulan kemarin masih banyak. Data yang ke provinsi juga masih banyak, akhirnya kita tarik lagi, karena dari Provinsi juga nyatanya tidak ada bantuan," katanya.

Lanjut Wahyunoto, banyaknya catatan pada penyaluran BST juga disebabkan oleh adanya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berpindah domisili. Sehingga kesulitan menyampaikan undangan.

"Masih sisa, yang belum mengambil, terutama usia lansia dan pindah-pindah domisili. Kami kesulitan menyampaikan undangannya," terang Wahyunoto.

Saat ini, petugas dibantu RT, RW, petugas kelurahan dan kecamatan masih berusaha mencari KPM penerima BST yang belum diketemukan tersebut. Setelah, mendapat undangan, KPM penerima BST kemudian mengambil uang bantuan tersebut ke kantor pos terdekat.

"Tapi berproses, ketemu orangnya tapi tidak dilayani di titik RT, RW lagi. Kita arahkan ke PT Pos terdekat, jumlahnya sekitar 7.000 di masing-masing kecamatan merata se-Tangsel," tutupnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya