Berita

Proses persalinan pengungsi gempa Mamuju/Ist

Nusantara

Dibantu TNI, Seorang Pengungsi Gempa Mamuju Lahirkan Bayi Mungil Nan Cantik

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 03:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI dari Batalyon Kesehatan tiga Matra TNI kembali melaksanakan aksi kemanusiaan membantu proses persalinan warga Korban gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat.

Tiga dokter dari tim kesehatan TNI, yakni Letda Ckm dr. Alfred Doni Purba (Yonkes 1 Kostrad), Letda Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesya (Yonkes-1 Marinir) dan Letda Kes dr. M Ibnu Fazar SP (Yonkes AU) dibantu dr. Wulan dari Puskesmas Rangas dan bidan di Posko Puskes TNI di Komplek Kantor Gubernur Sulbar, Kabupaten Mamuju membantu proses persalinan warga bernama Nurdah dengan baik dan lancar, pada Sabtu (23/1).

Nurdah merupakan salah satu pengungsi yang tinggal di kluster pengungsian kantor Gubernur Sulbar. Ia bersama suami mendatangi posko kesehatan TNI dan menyampaikan keluhan kalau ketuban pasien sudah pecah. Setelah diperiksa, tim Satgas langsung menyiapkan peralatan untuk proses persalinan.


Proses persalinan berlangsung dari pukul 20.00 hingga pukul 21.15 WITA berjalan lancar dan sukses. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir dengan proses persalinan normal.

"Terima kasih banyak saya ucapkan bagi TNI dan semua yang bertugas di kantor Gubernur atas bantuannya," ucap ibu Nurdah usai berhasil melahirkan sang buah hati.

Dansatgas Kesehatan TNI, Letkol Ckm Ngatmin mengatakan, setelah persalinan, Nurdah kemudian dirujuk ke RS Regional Provinsi untuk dilaksanakan observasi dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Proses evakuasi menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas Tabulahan Kabupaten Mamasa yang tergabung dalam klaster kesehatan bersama satgas kesehatan TNI," katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (24/1).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya