Berita

Mantan Ketua DPC PDIP Pesawaran, M Nasir, dikabarkan gabung ke PAN/Ist

Politik

Dipecat PDIP Karena Nekat Ikut Pilkada, M Nasir Kini Diajak Besarkan PAN Pesawaran

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 03:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kembali terpilihnya Paisaludin sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesawaran memberi berkah bagi mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran, M Nasir.

Calon Bupati dalam Pilkada Pesawaran 2020 itu dikabarkan masuk tim formatur untuk membentuk kepengurusan PAN di kabupaten tersebut.

M Nasir dipecat sebagai Ketua DPC PDIP Pesawaran setelah nekat maju dalam Pilkada 2020 tanpa mendapat rekomendasi partai.


Kini, dirinya ditampung PAN Pesawaran yang tetap dipimpin oleh Paisaludin untuk periode 2021-2026.

Hal itu diungkapkan Paisaludin, yang kembali terpilih sebagai Ketua DPD PAN Pesawaran dalam Musyawarah Daerah V.

"Kami sebagai formatur pengurus harian partai akan membentuk struktur kepengurusan DPD PAN Pesawaran, dan segera melaporkan ke DPP," kata Paisal, usai Musda V PAN Pesawaran, Sabtu (23/1), dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Paisaludin akan menyusun struktur kepengurusan dengan dibantu Saptoni, Saipudin, Umroni, Muklis, dan M Nasir.

"Iya memang Pak Nasir akan kita ajak untuk bergabung ke dalam partai, dan ikut membantu membesarkan PAN di Pesawaran," tambahnya.

Sementara, M Nasir belum memberikan tanggapan terkait bergabungnya dia dalam kepengurusan PAN. Saat dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp, dirinya belum memberikan komentar.

Paisaludin yang juga menjabat Plt Ketua DPRD Pesawaran mengatakan, pada pembentukan kepengurusan baru nantinya akan mengambil kader-kader yang dapat membesarkan partai.

"Pada perekrutan anggota baru, tentunya anggota yang kita masukan dalam struktur yang nantinya bisa menjadi caleg DPRD Pesawaran tahun 2024. Paling tidak untuk target tahun 2024 dapat mengembalikan tujuh kursi kita, yang sekarang ini cuma lima kursi," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya