Berita

Gubernur DKI Jakarta, Ganjar Pranowo/Net

Nusantara

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ganjar Pranowo: Jateng Siap 100 Persen

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 11:07 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap melaksanakan kebijakan pemerintah pusat terkait perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan PPKM yang diperpanjang hingga 8 Februari tak hanya akan dijalankan di tiga kota/kabupaten. Ganjar mengaku Jawa Tengah siap 100 persen menerapkan PPKM.

"Kami masih menunggu keputusannya, tapi intinya kalau melihat PPKM pertama ini, hasilnya belum menggembirakan. Memang penting untuk mempertimbangkan (perpanjangan) itu, agar bisa menekan angka positifnya," kata Ganjar, Jumat (22/1), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.


Ganjar menambahkan, dukungan dari kabupaten/kota terkait PPKM juga sangat positif. Menurutnya, meskipun sejak awal diberlakukan di tiga eks karesidenan saja, namun daerah lainnya juga ikut menerapkan PPKM.

Dia juga tetap meminta seluruh masyarakat Jateng ikut mendukung PPKM tersebut. Dia menilai keberhasilan program ini terletak pada partisipasi masyarakat.

"Kalau ini tidak mendapatkan hasil apa-apa, memang ada peluang diperpanjang. Tapi kalau masyarakat berpartisipasi untuk disiplin semuanya, kasusnya turun maka mungkin tidak diperpanjang," jelasnya.

Pemerintah telah memutuskan memperpanjang PPKM Jawa-Bali selama dua pekan, yakni mulai 25 Januari hingga 8 Februari mendatang.

Hal ini disebabkan pemberlakuan PPKM tahap pertama belum menunjukkan hasil siginifikan dalam menekan jumlah kasus Covid-19 yang justru terus meningkat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya