Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto dalam jumpa pers virtual BNPB/Repro

Kesehatan

Bantah Angka Testing Covid-19 Masih Rendah, Airlangga: RI Sudah 107,69 persen Dari Standar WHO

KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejulah pihak mempersoalkan capaian tes Covid-19 yang dilakukan pemerintah tidak sesuai dengan batas minimal testing Covid-19 yang sebesar dua persen dari total jumlah penduduk.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto membantah anggapan banyak pihak tersebut dengan memaparkan standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan data mingguan angka tes Covid-19 di Indonesia.

"Di antara periode 10 sampai 16 Januari itu ada 288.137 orang (di tes Covid-19). Standar WHO adalah 10 persen per seribu orang, sehingga tentu minimalnya Indonesia sudah mencapai sekira 107,69 persen dari apa yang dipersyaratkan WHO," ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia," Kamis (21/1).


Untuk ke depannya, Airlangga memastikan angka testing akan ditingkatkan dengan melihat pemerataan testing di daerah-daerah yang rawan penularan tinggi maupun rendah.

Karena, jika melihat perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air, secara nasional jumlah orang yang terpapar sudah 939.948, kasus aktifnya 15,9 persen, sembuhnya 81,2 persen dan meninggal 2,9 persen.

"Tentu testing yang intensif dibarengi dengan 3M, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, maka ditambah lagi dengan dimulainya vaksinasi, maka ini berharap berjalan secara serempak," ungkapnya.

"Sehingga penyelesaian pandemi Covid itu harus serempak terhadap program-program yang dijalankan," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya