Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Politik

Aktivis Dibungkam Swab Test, Ubedilah Badrun: Alarm Kematian Demokrasi Sedang Berbunyi Nyaring

RABU, 20 JANUARI 2021 | 14:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Demokrasi di Indonesia dianggap semakin memburuk karena para aktivis yang kritis terhadap rezim saat ini diduga dibungkam.

Hal itu disampaikan oleh analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun atas video yang dibuat Koran Tempo terkait adanya dugaan bahwa swab test Covid-19 disebut sebagai modus baru pembungkaman.

Pada video itu, dijelaskan ada korban pembungkaman yang dialami oleh tiga aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Timur (Kaltim) dengan modus swab test.


"Itu terlihat jelas menunjukan indikator pembungkaman kelompok kritis. Melalui cara-cara tertentu rezim berupaya untuk membuat para aktivis tidak lagi bersikap kritis. Dari cara peretasan, ancaman, penangkapan hingga pemaksaan swab test dan karantina," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/1).

Dalam video itu, tiga aktivis Walhi Kaltim didatangi oleh petugas yang tidak menggunakan hazmat dan melakukan swab test pada 29 Juli 2020.

Ketiga aktivis itu pun dinyatakan positif Covid-19 pada keesokan harinya dan diminta untuk karantina di rumah sakit (RS).

Petugas yang disebut memiliki badan tegap dan berambut cepak itu memaksa masuk ke Kantor Sekretariat Walhi Kaltim dengan saling mencari penghuni yang belum dilakukan swab test.

Namun demikian, petugas itu disebut mengambil gambar seluruh ruangan yang ada. Petugas juga tidak bisa menunjukkan surat tugas maupun surat hasil tes swab ketiga aktivis.

Keesokan harinya lagi, petugas Polisi, Satpol PP dan petugas medis datang untuk menjemput paksa ketiga aktivis itu.

Saat di RS Abdul Muis, mereka ternyata didiamkan tanpa kejelasan ataupun tindakan medis dari pihak rumah sakit.

"Fakta-fakta tersebut membenarkan kesimpulan penting tentang memburuknya demokrasi di Indonesia. Bahkan berdasarkan bukti-bukti tersebut sejumlah ilmuwan politik terkemuka menilai Indonesia sudah memasuki episode new otoritarianism atau new despotism," jelasnya.

"Memanfaatkan kondisi Covid-19 untuk kepentingan kekuasaan bahkan untung keuntungan segelintir elit dengan cara-cara yang represif adalah tindakan tak bermoral dari kekuasaan dan jaringannya. Ini berbahaya bagi kelangsungan demokrasi. Alarm kematian demokrasi sedang berbunyi nyaring," pungkas Ubedilah.

Apalagi masih dalam video itu, Komnas HAM menemukan tiga kejanggalan dalam swab test yang dialami oleh ketiga aktivis tersebut.

Yaitu, adanya indikasi kuat terdapat pelanggaran protokol kesehatan, terdapat indikasi pemaksaan dalam tes tersebut dan terdapat indikasi bahwa tes swab maupun penyemprotan disinfektan di kantor Walhi tidak dilakukan untuk tujuan kesehatan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya