Berita

Ketua DPD Golkar Kota Sorong, Lambertus Jitmau bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan petinggi Golkar lainnya/Ist

Politik

Tarik Ulur Waktu Pilkada, Golkar Siapkan Lambertus Maju Pilgub Papua Barat 2022

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 19:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Golkar telah menyiapkan Walikota Sorong dua periode, Lamberthus Jitmau bertarung dalam Pilgub Papua Barat 2022 mendatang.

“Sebagai kader Golkar yang sudah teruji dalam percaturan politik di Papua Barat, Lamberthus Jitmau (LJ) sudah membaca arah politik nasional dan menyiapkan diri untuk kontestasi Pilgub Papua Barat," kata politisi senior Golkar Papua Barat, Origenes Nauw dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/1).

Untuk memanaskan mesin politik, komunikasi dengan pimpinan partai di pusat hingga konsolidasi internal dan eksternal di lingkup Papua Barat juga terus dilakukan.


Lamberthus sendiri telah mengantongi putusan Mahkamah Partai Golkar atas gugatannya terkait Musda Provinsi Papua Barat yang dianggap curang. Tidak hanya itu, deklarasi dukungan dari 70% pemilik suara Musda Papua Barat pekan lalu juga menjadi patokan bahwa Lamberthus sudah punya modal cukup untuk bertarung dalam Pilgub Papua Barat.

"Singkatnya adalah jika dinamika politik nasional berujung pada keputusan Pilkada 2022 atau 2023, maka selain petahana, LJ adalah kandidat yang paling siap tempur," tegasnya.

Ia mengamini ada isu yang makin menguat mengenai gelaran pilkada serentak yang didorong dilakukan pada 2024 mendatang. Secara yuridis, kata dia, norma keserentakan Pilkada termuat dalam UU Pilkada 1/2015 yang diubah menjadi UU 6/2020 dan mengatur keserentkan pilkada dengan pemilu 2024.

Dalam pendekatan yang lebih politis, kata dia, pimpinan partai politik di Pusat telah menjadikan hasil pilkada sebagai gambaran kekuatan dalam mengarungi pertarungan Pilpres.

"Maka berdasarkan pandangan tersebut pengaturan hukum pilkada termasuk waktu pelaksanaannya, aspek politis lebih kental dan dominan," sambungnya.

Secara aspek sosiologis, kata Ori, uji coba keserentakan Pemilu sudah dilakukan dalam Pileg Pilpres 2019. Hasilnya, pahlawan di TPS berguguran hingga ratusan orang, serta tidak sahnya surat suara mencapai jutaan.

"Gugurnya petugas-petugas di TPS merupakan bencana dari uji coba menyerentakkan pemilu, bagaimana kita membayangkan 5 surat suara berbeda pada Pemilu 2019? Ditambah lagi dengan surat suara untuk Pilkada Gubernur dan Bupati/Walikota," imbuhnya.

"Menkopolhukam menyatakan akan meninjau ulang regulasi keserentakan pemilu, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di akhir jabatannya juga berkomentar tentang pemisahan Pilkada. Paling aktual pernyataan Partai Demokrat yang menghendaki pilkada tetap digelar tahun 2022," tandas mantan anggota DPR Papua Barat ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya