Berita

Presiden Joko Widodo dalam acara penandatanganan MoU PMDN, PMA bekerjasama dengan UMKM dalam negeri/Repro

Nusantara

BKPM Memulai Program Kemitraan Investasi Pengusaha Besar Dengan UMKM, Ini Harapan Jokowi

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 10:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program kemitraan investasi antara pengusaha besar di dalam dan luar negeri dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai diimplementasikan pemerintah.

Program yang dijalankan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) ini disambut baik oleh Presiden Joko Widodo.

Jokowi mengatakan, program kemitraan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) 11/2020, yaitu meningkatkan kemudahan berusaha dan kemitraan strategis antara perusahaan besar dan UMKM.


"(Kemitraan strategis antara perusahaan besar dan UMKM) akan terus kita kembangkan dengan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing di ranah global," ujar Jokowi dalam acara Penandatanganan Komitmen PMA dan PMDN Dengan UMKM, di Istana Bogor, Senin (18/1).

Menurut mantan Wali Kota Solo ini, kemitraan UMKM dengan pengusaha besar ini sangat penting, agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global (global value change) dan mampu meningkatkan peluang UMKM naik kelas.

"Yang mikro naik kelas ke yang kecil, yang kecil naik kelas ke menengah, dan yang menengah kita harapkan bisa naik kelas ke yang besar," tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap program kemitraan ini bisa meningkatkan kualitas produk UMKM menjadi lebih kompetitif. Baik dari sisi desain produk dan manajemennya menjadi lebih baik, hingga lebih bankkable.

"Karena (UMKM) bisa belajar dari perusahaan-perusahaan besar baik dalam negeri maupun asing, menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan ekonomi. Tujuannya kesana," demikian Joko Widodo.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya