Berita

Komjen Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Jalankan Tugas Negara, Komjen Listyo Ingin Bermanfaat Bagi Masyarakat

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 13:30 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri merupakan sebuah tanggung jawab yang besar bagi seorang Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Di tengah kesibukannya, ia selalu memanfaatkan waktu luangnya di akhir pekan untuk bercengkerama bersama keluarga usai lima hingga enam hari yang padat dengan aktivitas pekerjaan.

"Hari Minggu bersama keluarga, harus makan bareng, interaksi dengan anak-anak. Saya sempatkan waktu buat keluarga dari pagi sampai sore," ucap Listyo.


Sosok yang lahir di Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969 ini menjalani pendidikan dari sejak sekolah dasar hingga mendaftar masuk ke Akademi Kepolisian di Kota Yogyakarta.

Orang tua dari pria yang karib disapa Listyo ini adalah prajurit TNI Angkatan Darat yang hidup sederhana.

Namun demikian, Listyo bersyukur dibesarkan di Kota Gudeg yang memiliki biaya hidup nisbi rendah.

Kehidupan yang pas-pasan di masa mudanya membuat dirinya tetap rendah hati meskipun kini Sigit telah menduduki jabatan tinggi di Kepolisian.

"Saya berangkat dari orang susah juga. Sama (dengan kebanyakan orang)," imbuh Listyo, seperti yang dikutip dari Antara.

Soal hobi, mantan Kapolda Banten ini menggemari kesenian tradisional wayang karena sarat akan filosofi hidup.

"Dari kecil, saya hobi menonton wayang. Kebetulan ada teman yang jadi dalang juga," papar Listyo.

Selain itu, di masa mudanya, Listyo gemar mendaki gunung bersama komunitas pecinta alam sekolah.

"Masuk (organisasi) pecinta alam saat SMA. Hiking, naik turun gunung dan bukit," katanya.

Namun karena kesibukannya yang padat kini, ia tidak bisa lagi melakukan kegemarannya itu.

Hobi tersebut kini digemari oleh istrinya, Juliati Listyo Sigit yang hobi naik gunung sampai saat ini.

Sementara Sigit lebih memilih untuk melakukan olahraga-olahraga ringan seperti lari, jalan santai atau bulutangkis bersama rekan-rekannya.

Perjalanan karirnya yang berhasil menduduki jabatan-jabatan penting di Kepolisian tidak membuat dirinya merasa terbebani dengan pekerjaan yang lebih berat.

"Kapolres (Solo), Kapolda (Banten), Kabareskrim sama saja pekerjaannya, tanggung jawabnya saja yang lebih berat," ujar Listyo.

Tercatat Sigit pernah jadi Kapolres Solo pada 2011, terpilih menjadi Ajudan Presiden RI pada 2014, dan menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2016.

Selanjutnya karir Listyo semakin moncer, dia dipercaya mengemban jabatan strategis di Mabes Polri yakni sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2018, kemudian menjadi Kepala Bareskrim Polri pada 2019. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Selama satu tahun menjabat sebagai Kabareskrim Polri, Listyo tercatat berhasil memulangkan Djoko Soegiarto Tjandra dari Malaysia.

Sebelumnya Djoko telah menjadi buronan selama 11 tahun.

Di bawah kepemimpinan Komjen Listyo Sigit, Bareskrim Polri berhasil mengungkap dua kasus Djoko Tjandra yang menjadi perhatian publik yakni kasus pemalsuan surat jalan dan kasus korupsi terkait pengurusan penghapusan red notice.

Tak tanggung-tanggung, dua jenderal polisi yang terlibat yakni Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini keduanya masih menjalani persidangan di pengadilan.

Bareskrim juga menangani kasus pembobolan kas Bank BNI lewat L/C fiktif Bank BNI dengan tersangka Maria Pauline Lumowa yang sempat kabur ke luar negeri selama 17 tahun.

Kini Maria telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menunggu jadwal persidangan.

Listyo juga tak segan turun ke lapangan.

Misalnya, dalam pengamanan demonstrasi massa yang menentang Undang-undang Cipta Kerja, Listyo tercatat dua kali memantau langsung jalannya unjuk rasa di Jakarta Pusat pada pertengahan dan akhir Oktober 2020.

Saat terjadi isu penutupan sejumlah pasar di DKI Jakarta, dia pun langsung inspeksi mendadak ke Pasar Induk Cipinang dan PT Food Station Tjipinang Jaya pada Maret 2020.

Pihaknya juga melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap para napi yang dibebaskan dalam program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM. Sejumlah napi yang berulah lagi, ditangkap kembali.

Polri melakukan beberapa langkah, di antaranya mengerahkan Unit Kring Serse untuk mendata kelompok pelaku kejahatan jalanan, berpatroli di sentra-sentra ekonomi, kawasan permukiman dan daerah rawan kejahatan.

Aplikasi panic button di Polres-polres diaktifkan kembali sehingga masyarakat bisa menghubungi polisi jika dalam keadaan darurat.

Beberapa kasus narkotika dalam jumlah besar berhasil diungkap di masa kepemimpinan Listyo sebagai Kabareskrim, di antaranya penyelundupan 821 kg sabu-sabu di Serang, Banten; penyelundupan 402 kg sabu-sabu asal Timur Tengah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat; kasus penyelundupan 159 kg sabu-sabu asal China yang melibatkan sindikat internasional Malaysia, Aceh, Pekanbaru dan Jakarta serta penyelundupan 200 kg sabu-sabu asal Myanmar di kompleks pergudangan Cikarang, Jawa Barat.

Pada Agustus 2020, publik dikejutkan dengan kebakaran yang melahap Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Selanjutnya Listyo beserta jajaran Bareskrim melakukan penyelidikan dan penyidikan yang berhasil mengungkap bahwa kebakaran tersebut ternyata berawal dari ketidaksengajaan.

Sebelas orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam menjalankan tugasnya, Listyo mengaku tidak berambisi untuk menduduki jabatan tertentu.

Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana dirinya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Apa manfaat kita hidup di dunia, kalau cuma buat kita sendiri, buat apa?" kata lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya