Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

Tidak Ingin Polisi Terima Uang Haram, Mardani: Kapolri Jangan Takut Naikkan Anggaran

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 02:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Banyak masyarakat berharap Kapolri baru yang dipilih Presiden Joko Widodo Komjen Listyo Sigit mampu memberikan rasa keadilan yang tinggi kepada masyarakat tanpa pandang bulu.

Politisi PKS Mardani Ali Sera menyampaikan harapannya agar Kapolri baru mampu bekerja dengan melihat akar masalah yang baik terhadap suatu perkara.

Selain itu, politisi yang juga anggota Komisi II DPR RI ini berharap agar anggaran kepolisian terus dinaikkan. Ia bercita-cita seluruh anggota Polri tidak mendapatkan penghasilan dari kerja sampingan.


“Tidak boleh ada lagi Kapolres Kapolri dapat uang sampingan tidak boleh ada lagi upeti tidak boleh ada lagi pungli karena itu yang merusak institusi,” tegas Mardani dalam acara diskusi virtual Indonesia Leader Talks, bertemakan Kapolri : Titipan atau Idaman?, Jumat malam (15/1).

Mardani menegaskan, Polri tidak boleh memakan uang haram dari hasil sogokan dari pihak-pihak tertentu agar memuluskan masalah mereka.

“Uang, uang haram, uang, uang tidak jelas. Karena itu harus dilindungi polisi kita seluruh ASN dan seluruh pejabat ataupun pelaku pembangunan negeri Ini dari uang haram,” katanya.

Dijelaskan Mardani, agar Polri bersih dari masalah korupsi dan menerima uang haram dari oknum, salah satu solusinya Kapolri baru diminta tidak segan menaikkan anggaran.

“Jangan takut menaikkan anggaran. Karena tidak ada negara maju kecuali negara yang tegak hukumnya dan salah satu pilar penegakan hukum itu adalah institusi kepolisian,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya