Berita

Anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PKB, Nur Nadlifah/Net

Politik

RUU PKS Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Fraksi PKB Bersyukur

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 21:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Masuknya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 makin mewujudkan kepastian hukum terhadap kekeras terhadap perempuan dan anak-anak.

Demikian disampaikan anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PKB, Nur Nadlifah. Ia mengaku bersyukur lantaran RUU PKS merupakan salah satu perjuangan fraksinya sejak lama agar dibahas dan dijadikan undang-undang.

“Alhamdulillah fraksi PKB mengusulkan RUU PKS agar menjadi RUU prioritas dalam pembahasan Prolegnas 2021,” kata Nur Nadilfah kepada wartawan, Jumat (15/1).


Ke depan, ia berharap RUU PKS bisa memberikan harapan baru bagi kaum perempuan terkait jaminan dan kepastian hukum.

“RUU PKS ini sebagai bagian dari upaya memberikan jaminan dan kepastian hukum agar tidak lagi terjadi kekeran seksual, kekerasan anak, dan kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya.

Nur Nadlifah pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan atas masuknya RUU PKS ke dalam Prolegnas prioritas 2021 ini.

“Kami mewakali fraksi PKB sebagai pengusul RUU PKS menyampaikan banyak terima kasih kepada pimpinan, seluruh anggota Baleg serta seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan RUU PKS menjadi prioritas di Prolegnas,” pungkasnya.

RUU PKS sebelumnya sudah diusulkan oleh Komnas Perempuan sejak tahun 2012. Namun demikian, naskah akademik baru diminta DPR RI pada 2016. RUU ini sempat masuk Prolegnas 2014-2019 sebelum akhirnya dikeluarkan dari prioritas Prolegnas tahun 2020.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya