Berita

Ketua DPR RI Periode 2009-2014 Marzuki Alie/net

Kesehatan

Mantan Ketua DPR: Sinovac Lebih Baik Daripada Tidak Divaksin

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 14:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Vaksin Covid-19 di Indonesia yang saat ini menggunakan Sinovac merupakan pilihan yang realistis. Masyarakat diharapkan turut mendukung vaksinasi massal yang digalakkan pemerintah dalam rangka menekan laju penularan Covid-19.

Ketua DPR RI periode 2009-2014, Marzuki Alie mengatakan, penggunaan vaksin Sinovac telah melalui pengujian dari para ahli.

"Pendapat ahli, vaksin Sinovac kalaupun ada efek samping tidak bahaya," kata Marzukie Ali di akun Twitternya, Jumat (15/1).


Mengenai pro dan kontra tingkat efikasi Sinovac yang lebih kecil dibanding vaksin lain, Marzuki Alie berpandangan bahwa hal tersebut tak menjadi masalah selagi masih di atas standar yang telah ditentukan.

Diketahui, tingkat efikasi Sinovac di Indonesia berada di angka 65,3 persen dari 1.620 orang yang menjadi sukarelawan. Angka ini lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 50 persen.

Sementara untuk Pfizer, vaksin asal Amerika Serikat ini memiliki efikasi yang terbilang tinggi mencapai 95%. Uji klinis III terhadap vaksin ini telah dilakukan dengan melibatkan 43.448 orang yang berusia 16 ke atas, 45% berusia 56-85 tahun.

Namun bagi Marzuki Alie, tingkat efikasi atau tingkat kemampuan vaksin dalam konteks penelitian tersebut labih baik dibanding tidak mendapat vaksin sama sekali.

"Efikasi 65,3 persen artinya 100 yang divaksin, masih potensi 35 yang terpapar. Ini lebih baik daripada tidak divaksin, kemungkinan terpapar 100%. Mari luruskan niat, demi rakyat kita harus mendukung program vaksin Covid-19," tandasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya