Berita

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning menolak disuntik vaksin/Repro

Politik

Pernyataan Ribka Tidak Berarti Mayoritas Komisi IX Menentang Vaksinasi

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 16:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah harus berbenah diri dalam mengomunikasikan vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan secara massal kepada masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena merespons dinamika yang terjadi pasca pernyataan anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning yang menilak disuntik vaksin Sinovac.

Ia menjelaskan, respons keras yang disampaikan politisi PDIP tersebut tak lain karena dalam pembahasan bersama Komisi IX, pemerintah tak blak-blakan soal mekanisme vaksinasi Sinovac yang belum lama ini baru mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas, Obat dan Makanan (BPOM).


Namun demikian, ia menegaskan penolakan vaksin oleh Ribka tidak mewakili mayoritas Komisi IX DPR RI dalam menyikapi vaksin Sinovac.

"Penjelasan tidak clear inilah yang akhirnya hal-hal seperti kemarin (penolakan Ribka Tjiptaning) seolah-olah menentang vaksinasi. Padahal kalau saya sendiri perspektifnya positif. Secara umum di Komisi IX tidak ada masalah dengan vaksinasi," kata Melki dalam serial webinar Tanya Jawab Cak Ulung bertema 'Politik Vaksin Covid-19' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/1).

"Jadi penjelasan secara clear kepada publik ini menjadi catatan yang harus diperbaiki pemerintah," sambungnya.

Kegelisahan Ribka soal kasus kematian akibat vaksin pun diakui Melki Laka Lena baru dibahas Kementerian Kesehatan dalam rapat kerja bersama Komisi IX hari ini. Dalam rapat, Kemenkes menjelasakan temuan Ribka soal adanya kematian 12 orang di Majalaya usai disuntik vaksin kaki gajah.

"Tadi, Kemenkes dan Bio Farma menjelaskan yang dimaksud Ribka terkait ada kematian akibat vaksin terjadi karena ada strain baru, kemudian ada persoalan di Majalaya sana yang kemudian (mengakibatkan) meninggal dunia. Sebenarnya penjelasan seperti ini kan bisa dijelaskan kepada publik," jelasnya.

Oleh karenanya, legislator Fraksi Golkar ini pun menganggap pernyataan Ribka Tjiptaning tak akan menjadi masalah bila dibarengi dengan penjelasan yang masuk akal dari pemerintah.

“Itu sebetulnya biasa saja, jangan kita anggap sebagai luar biasa. Semua, kita bisa berpendapat dan sebagainya,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya