Berita

CoronaVac, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac/Net

Kesehatan

Vaksinasi Sudah Dimulai, Ini Yang Perlu Diketahui Dari CoronaVac

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 08:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia sudah memulai program vaksinasi Covid-19. Dimulai pada Rabu (13/1), suntikan vaksin pertama diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

Seiring dimulainya program vaksinasi, beberapa pihak masih meragukan keamanan dan efektivitas dari vaksin.

Dikutip dari BBC, vaksin sudah mengalami proses pengujian panjang sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan.


Saat ini, Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri baru memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac.

Vaksin Covid-19 Sinovac yang bernama CoronaVac sudah melewati uji coba keamanan di lab, kemudian sel dan hewan, sebelum akhirnya uji klinis pada manusia. Vaksin baru bisa diuji klinis pada manusia jika tidak ada masalah keamanan pada uji coba sebelumnya.

Sejak pertengahan 2020, CoronaVac menjalani uji klinis Fase 3 di Brasil, Chili, Turki, dan Indonesia. Laporan uji klinis tahap 3 di Brasil menunjukkan vaksin 78 persen efektif, Turki 91,25 persen, dan Indonesia 65,3 persen.

Terbaru, Brasil mengeluarkan laporan bahwa efikasi vaksin Sinovac pada tahap akhir adalah 50,4 persen, turun dari sebelumnya, tetapi masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 50 persen.

Teknologi inaktivasi virus

CoronaVac menggunakan teknologi tradisional yang serupa dengan BBIBP-CoV dan BBV152, di mana vaksin menggunakan virus yang sudah tidak aktif.

Teknologi tersebut berbeda dengan mRNA yang digunakan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Mereka menggunakan potongan kode genetik virus untuk merangsang respons imun.

Efek samping

Sejauh ini para ahli mengatakan efek samping vaksin Sinovac tidak membahayakan nyawa atau menimbulkan penyakit.

Beberapa orang memang mengalami gejala ringan setelah vaksinasi, seperti nyeri otot atau demam ringan. Tapi itu adalah respons tubuh terhadap vaksin.

Vaksinasi pasien sembuh Covid-19

Orang yang telah sembuh dari Covid-19 tetap akan ditawari vaksin. Itu karena kekebalan tubuh alami kemungkinan tidak bertahan lama sehingga diperlukan perlindungan lebih.

Meski begitu, apabila pasien Covid-19 masih mengalami gejala berat, maka sebaiknya menunggu waktu hingga pulih.

Halal

Sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin Sinovac telah dinyatakan halal dan suci. Vaksin tidak menggunakan intifa babi atau turunannya, maupun bagian tubuh manusia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya