Berita

Kapal Riset ARA Kemenko Marves bantu pencarian Sriwijaya Air/Net

Nusantara

Mampu Menyapu Dasar Laut, Kapal Riset Kemenko Marves Temukan Potongan Logam Sriwijaya Air

RABU, 13 JANUARI 2021 | 17:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah logam di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terdeteksi kapal riset ARA yang diterjunkan Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddin mengatakan, KR ARA telah memulai misi pencarian potongan badan pesawat dan black box Sriwijaya Air di sektor II sesuai instruksi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Sebanyak 10 orang tim dari Kemenkomarves dan MTCRC (Marine Technology Cooperation Research Center) yang dikoordinir oleh Andreas A Hutahaean diterjunkan dalam pencarian.


"Pada misi ini, KR ARA dilengkapi peralatan multibeam echosounder yang terintegrasi dengan High Resolution Global Positioning System (HR-GPS) yang mampu memonitoring dan 'menyapu' dasar perairan hingga radius beberapa ratus meter secara tiga dimensi," kata Deputi Safri dalam keterangan persnya, Rabu (13/1).

Dari hasil pemantauan echosounder, tim mengidentifikasi terdapat beberapa objek yang diduga potongan logam di dasar perairan pada sektor II titik pencarian yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambaran adanya benda berbahan logam itu diduga berasal dari potongan pesawat Sriwijaya Air yang diperoleh dari tujuh titik pencarian dengan cara disisir atau dilalui menggunakan KR ARA.

Setelah mengidentifikasi dan memperoleh temuan itu, tim selanjutnya meneruskan dan menyampaikan ke pihak Basarnas sebagai koordinator pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Pada hari Selasa, survei terhambat cuaca dan gelombang yang cukup tinggi berkisar 1-1,5 meter menjelang sore hari. Oleh karena itu, disarankan agar untuk survei selanjutnya tim Kemenko Marves dan MTCRC dapat mulai survei lebih pagi lagi sekitar pukul 06.00 WIB," katanya.

Pada proses pencarian ini, Tim Kemenko Marves dan MTCRC menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih menuju lokasi yang menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dan jaraknya sekitar 16 mil dari titik sandar KR ARA di wilayah Muara Baru, Jakarta Utara.

Cuaca dan gelombang yang kurang bersabat membuat jalannya misi kurang maksimal, bahkan KR ARA dan tim harus sandar ke Pulau Lancang, Kepulauan Seribu sejenak.

Proses survei laut pada misi ini dimulai sekitar pukul 09.40 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan menyisir titik pencarian yang telah ditentukan. Namun karena faktor cuaca, rentang waktu survei menjadi lebih pendek.

Dalam misi pencarian dan evakuasi ini, Kemenko Marves berkolaborasi dengan lembaga riset international Indonesia dan Korea Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) yang diisi oleh peneliti Oceanografi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Diketahui KR ARA sendiri memiliki GPS canggih dengan teknologi, di antaranya Multibeam Echosounder,  Single Beam Echosounder, Sub Bottom Profiler untuk melihat kondisi di dasar laut, CTD, HR GPS, dan Grab pengambil substrat di dasar laut.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya