Berita

Menyelam dengan tabung chamber milik Yon Taifib Marinir TNI AL/RMOL

Nusantara

Merasakan Sensasi Menyelam Tanpa Basah Di Tabung Chamber Milik Yon Taifib TNI AL

RABU, 13 JANUARI 2021 | 17:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menyelam di kedalaman hingga 25 meter tanpa basah atau ke lautan ternyata bisa dilakukan.

Salah satu caranya, dengan menggunakan alat chamber milik Yon Taifib I Marinir TNI AL.

Hyperbaric Chamber Mobile yang diterjunkan Yon Taifib I Marinir TNI AL ini berbentuk mobil truk besar itu berwarna hitam.


Alat itu dilengkapi tabung berwarna putih dengan alat-alat monitor, alat tabung gas oksigen dan juga alat-alat selang komplit untuk menunjang proses chamber para penyelam.

Alat chamber tersebut dapat memuat enam orang penyelam. Kursinya pun empuk dan nyaman. Perlengkapan alat chilling dan speaker membantu penyelam dapat menukarkan informasikan kepada sesama penyelam.

Salah satu awak Kantor Berita Politik RMOL, berkesempatan merasakan diving di kedalaman 20 meter tanpa basah.

Menyelam di dalam sebuah tabung berwarna putih dengan alat canggih milik Yon Taifib TNI AL itu dapat meregenerasi sel dalam tubuh.

Selain itu, juga mencuci nitrogen yang menumpuk di dalam tubuh.

Sebelum menikmati sensasi menyelam tanpa basah, petugas kesehatan dari Yon Taifib I Marinir TNI AL melakukan pengecekan tekanan darah. Setelah itu, para penyelam diingatkan untuk melepaskan benda-benda yang dapat memicu api seperi logam, korek, magnet dan lain sebagainya.

Setelah itu, pihak nakes Yon Taifib I melakukan monitoring dari luar chamber, dengan menginformasikan kepada para penyelam bahwa di dalam tabung sudah berada di kedalaman laut dan sedang melakukan aktivitas penyelaman.

“Saat ini memasuki kedalaman 10 meter,” kata Tenaga kesehatan dari Yon Taifib I Marinir TNI AL Serda APM Nurmansyah kepada para penyelam, Rabu (13/1).

Para penyelam kemudian kembali diingatkan untuk melakukan valsavah atau menetralisir gendang telinga dari tekanan kedalaman air. Caranya memencet hidung seraya seolah-olah mengeluarkan ingus.

“Valsavah,” kata Serda Nurmansyah.

Tenaga kesehatan Yon Taifib itu juga meminta penyelam untuk meminta bantuan apabilai merasakan telinganya berdengung cukup dahsyat hingga membuat sakit gendang telinga.

Penangananya jika terjadi demikian, Tim nakes memberi pertolongan dengan cara memberikan informasi menggunakan radio atau mengetik kaca tabung dan memberi isyarat mengalami trouble.

Selanjutnya, penyelam diingatkan kembali bahwa dia berada di kedalaman 25 meter dari permukaan laut. Saat berada di kedalaman 25 meter itu awak media Kantor Berita Politik RMOL diminta menggunakan masker tabung oksigen berbentuk besar dengan dua selang.

Para penyelam kemudian diminta menghirup oksigen sebanyak-banyaknya melalui hidung dan mengeluarkannya dari mulut.

“Oke sekarang istirahat,” lanjut Serda Nurmansyah.

Setelah melakukan semua tahapan tersebut, Serda Nurmansyah mengingatkan penyelam bahwa akan menuju permukaan secara perlahan-lahan.

“Sekarang kita naik. Masker tetap digunakan. Hirup oksigen sebanyak-banyaknya,” katanya.

Setelah sampai di permukaan, para penyelam diminta melepaskan masker. Usai dilepas tim Yon Taifib melakukan wash out atau pencucian nitrogen dalam tubuh dengan menggunakan oksigen murni.

Proses chamber ini memakan waktu kurang lebih satu jam. Durasi penyelaman tergantung kedalaman melakukan penyelaman tanpa basah selama proses pencarian jasad dan puing pesawat Sriwijaya Air.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya