Berita

Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino/RMOL

Politik

Sikap GMNI, Pemilihan Kapolri Jangan Sampai Dikotori Isu SARA

RABU, 13 JANUARI 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespons pengajuan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) meminta semua pihak jangan sampai memasukkan isu SARA dalam proses pemilihan Korps Bhayangkara 1.

Secara khusus, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino mengingatkan anggota dewan di parlemen untuk mengedepankan prinsip rasional seperti kapasitas, integritas dan rekam jejak Listyo Sigit selama menjadi anggota Polri.

Kata Arjuna, isu suku, agama, ras dan antar golongan tidak ada kaitannya dengan fungsi dan kinerja Polri.


"Aspek kapasitas, integritas serta prestasi (track record) yang harus dijadikan pegangan presiden dan DPR. Bukan menilai latar belakang agama dan sukunya. Karena Kapolri adalah jabatan publik," tutur Arjuna

Menurut Arjuna, jika ada pandangan bahwa Kapolri harus muslim karena sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam tidaklah tepat.

Di mata kader asal Yogyakarta ini, pandangan Kapolri harus muslim tidak mencerminkan upaya membangun bangsa sesuai prinsip Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

"Yang terpenting adalah kapasitas dan integritas seseorang. Apalagi jika ia memiliki prestasi di bidang kepolisian. Saya kira alasan primordial tidak boleh mengalahkan kepentingan publik," tambah Arjuna.

Arjuna juga mengingatkan, agar semua pihak menahan diri dan tidak membuat Polri seolah-olah berhadap-hadapan dengan umat islam.

Selama ini, dalam pandangan Arjuna, Polri sudah bekerja sesuai prosedur dan metode yang ilmiah, siapapun itu harus ditindak baik itu agamawan, ulama ataupun pejabat negara.

"Mau itu agamawan, ulama ataupun pejabat negara jika itu melanggar hukum, Polri wajib menindak. Tidak boleh ada yang kebal hukum," lanjut Arjuna.

Arjuna juga mewanti-wanti agar saat Listyo Sigit menjabat Kapolri, berbagai pekerjaan rumah seperti ekstremisme dan terorisme harus menjadi perhatian serius.

Dijelaskan Arjuna, GMNI memandang bahwa upaya penyelesaian kasus ekstremisme dan terorisme bukan semata-mata menangkap pelakunya tetapi harus dibongkar pola aliran dananya.

"Tugas besar Kapolri baru adalah bagaimana penegak hukum bisa membongkar aliran dana yang menyokong gerakan ekstremisme dan terorisme," pungkas Arjuna.

Diwakili Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Joko Widodo telah memberikan surat Presiden pada DPR RI tentang pengajuan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.

Pengajuan perwira bintang tiga yang saat ini menjabat Kabareskrim ini sudah diduga oleh banyak kalangan.

Banyak kalangan mengatakan, faktor Listyo Sigit yang beragama Nasrani akan menjadi penghambat mantan Ajudan Jokowi tahun 2014-2016 lalu itu meraih kursi Kapolri.

Faktanya, Mantan Kapolda Banten itu telah mengalahkan 4 nama lain yang sudah diusulkan Kompolnas pada Jokowi dan akan menjalan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR pada Selasa (19/1).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya