Berita

Polisi menutup Pasar Grosir Xinfadi, karena adanya penyebaran baru virus corona, di Beijing, China/Net

Dunia

Temukan Ratusan Kasus Baru Virus Corona, China Lockdown 23 Juta Orang Di Tiga Kota

RABU, 13 JANUARI 2021 | 09:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Tiongkok memutuskan mengisolasi tiga kota di utara China yang memiliki populasi total sebanyak 23 juta penduduk, menyusul ditemukannya ratusan kasus baru Covid-19.

Otoritas kesehatan di provinsi Hebei, yang mengelilingi ibu kota China, Beijing, mengatakan ibu kota provinsi Shijiazhuang dan kota Xingtai dan Langfang telah dikunci. Pembatasan perjalanan juga telah diberlakukan untuk provinsi lainnya, menyusul ditemukannya infeksi baru yang berasal dari Hebei.

"Hingga Selasa (12/1) waktu setempat, Hebei telah melaporkan 326 kasus yang dikonfirmasi ditambah 234 kasus tanpa gejala dalam putaran terakhir wabah," kata otoritas kesehatan setempat, seperti dikutip dari Caixin Global, Rabu (13/1).


Sebagian besar kasus ditemukan dalam pengujian massal terhadap 11 juta orang di Shijiazhuang. Kota ini sendiri telah meluncurkan putaran pengujian kedua di seluruh kota.

Senin larut malam, dua orang yang melakukan perjalanan dari provinsi Hebei dinyatakan positif di kota Jinzhong di provinsi tetangga Shanxi. Salah satu dari keduanya melakukan perjalanan dengan mobil pribadi dari distrik Gaocheng di Shijiazhuang, tempat wabah terbaru meletus. Sementara yang lainnya bepergian dengan kereta api. Desa tempat tinggal keduanya diisolasi dan sedang melakukan uji coba massal terhadap seluruh warganya.

Beijing juga mengidentifikasi kasus yang dikonfirmasi terkait dengan wabah Hebei, meningkatkan kekhawatiran penyebaran lebih lanjut di ibu kota China. Beijing saat ini terus menemukan kasus baru dalam gejolak di distrik timur laut Shunyi, menandakan bahwa virus masih menyebar.

"Wabah di Hebei terjadi terutama di daerah pedesaan, dan 70 persen kasus melibatkan petani, terutama orang paruh baya dan lanjut usia," kata Li Qi, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hebei, Selasa (12/1).

"Sebagian besar kasus yang dikonfirmasi di Shijiazhuang berada di distrik Gaocheng, episentrum kebangkitan, dan kasus tersebut sangat terkait, terutama di desa Zengcun," kata Shi Jian, seorang ahli epidemiologi dan direktur kantor darurat CDC Hebei.

Sumber infeksi masih belum jelas, tetapi otoritas kesehatan mengatakan bukti menunjukkan kasus-kasus tersebut memiliki jenis virus korona yang sama yang sebelumnya hanya ditemukan di Rusia. Shi dari CDC Hebei mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa kemungkinan virus diimpor melalui bandara lokal di Gaocheng sangat tinggi.

Sekitar 20 ribu penduduk di desa Zengcun telah diminta untuk pindah ke lokasi karantina pada Senin malam. Perintah tersebut menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran bahwa hal itu justru dapat meningkatkan risiko infeksi silang selama transfer.

Seseorang yang memiliki anggota keluarga di Zengcun mengatakan bahwa anaknya yang berusia tiga tahun dan orang tua yang sudah tua dites negatif tiga kali tetapi masih diangkut dengan bus ke lokasi karantina.

“Bagaimana jika seseorang terinfeksi selama pindahan? Mengapa mereka tidak mengizinkan orang menjalani tes karantina negatif di rumah?" ungkapnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya