Berita

Penyelam dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I TNI AL yang berhasil menemukan black box SJ-182/RMOL

Nusantara

Ini Sosok Penyelam Yang Berhasil Temukan Black Box Sriwijaya Air

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 21:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sebanyak empat penyelam dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I TNI AL berhasil menemukan kotak hitam berisikan flight data recorder (FDR) di perairan Tanjung Kait, Selasa (12/1).

Adapun empat penyelam tersebut yakni Mayor Laut (Teknik) Iwan Kurniawan, KLS I Putu, KLS Prananda, dan KLK Farid. Empat penyelam itu menemukan kotak hitam di koordinat selatan 05’5751 utara 106’3431 di kedalaman 18 meter.

Kepala Sub Dinas Perencanaan dan Operasi Koarmada I TNI AL, Letkol Laut Agus Riyanto menyampaikan, empat penyelam tersebut merupakan penyelam andal dari Dislambair.


“Mereka empat penyelam yang memiliki keahlian penyelaman yang baik dan telah teruji,” ucap Letkol Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL di Pelabuhan Tanjung Kait, Tangerang, Selasa (12/1).

Menurutnya, seluruh penyelam di Dislambair Koarmada I TNI AL ini memiliki keahlian yang khas dalam melakukan penyelamatan dan penyelaman sehingga masing-masing penyelam punya keunggulan.

“Jadi kita enggak mandang satu-satu, semua penyelam di Dislambair punya keunggulan masing-masing. Termasuk Mayor Iwan ini,” tuturnya.

Dia mengatakan, empat orang dari regu penyelam Dislambair ini hanya dibekali ping locator portable dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi di KRI Rigel di tengah perairan Tanjung Kait, Tangerang.

“Jadi kita menemukan objek itu dibantu oleh KRI Rigel, karena KRI Rigel memiliki peralatan ping locator itu. Dari ping locator itu awalnya kita menemukan area obyeknya. Sudah ketemu titik koordinatnya, setelah itu kita ada ping locator yang portable,” tandasnya.

Saat ini black box Sriwijaya Air SJ-182 telah diangkat ke darat dan telah diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menerangkan, bagian kotak hitam yang ditemukan tim penyelam belum lengkap. Tim baru menemukan flight data recorder (FDR), sedangkan cockpit voice recorder (CVR) yang merekam percakapan pilot dan kopilot di dalam kokpit pesawat belum ditemukan karena terpisah dari FDR dan pinger.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya