Berita

Pemimpin sekte Adnan Oktar saat ditangkap aparat/Net

Dunia

Turki Jatuhkan Hukuman Seribu Tahun Penjara Pada Pemimpin Sekte Sesat Harun Yahya

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 06:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Turki di Istanbul menjatuhkan hukuman penjara kepada pemimpin sekte Adnan Oktar atau dikenal juga dengan nama Harun Yahya selama 1.075 tahun atas tuduhan mendirikan organisasi kriminal dan pelecehan seksual. Oktar juga terbukti melakukan 10 kejahatan terpisah, pada Senin (1/11) waktu setempat.

Oktar telah diadili dengan 235 terdakwa lainnya di pengadilan Istanbul, termasuk 78 orang yang ditahan atas kejahatan terorganisir mereka di bawah pimpinan Oktar, kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (11/1).

Pengadilan mengganjar Oktar dengan total 1.075 tahun dan tiga bulan penjara atas tuduhan mendirikan dan memimpin organisasi kriminal, spionase politik atau militer, membantu Organisasi Teroris Fetullah (FETO) meskipun tidak menjadi anggotanya.

Dia juga didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pelecehan, perampasan kemerdekaan, penyiksaan, gangguan hak atas pendidikan, pencatatan data pribadi, dan ancaman.

Pemimpin sekte berusia 64 tahun, yang memiliki saluran TV sendiri itu ditangkap pada 2018 bersama dengan 200 pengikutnya. Vonis dan hukuman itu sendiri diambil setelah persidangan sebelumnya yang dimulai pada September 2019.

Saluran TV Oktar biasanya menyiarkan acara saat dirinya dikelilingi oleh wanita yang dia sebut sebagai 'anak kucing'. Selain itu, Oktar juga dikenal sebagai pendakwah dan penulis buku-buku Islam.

Tarkan Yavas, salah satu terdakwa, juga menerima hukuman penjara 211 tahun karena menjadi anggota eksekutif organisasi tersebut. Dia didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pelecehan seksual, dan melakukan sumpah palsu dalam dokumen resmi.

Terdakwa lain bernama Oktar Babuna, dijatuhi hukuman 186 tahun penjara dengan dakwaan menjadi anggota organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dan pelecehan seksual.

Populer

Selain Kecelakaan Sriwijaya Air, Paranormal Mbak You: 2021 Ada Gerakan Ganti Presiden

Senin, 11 Januari 2021 | 21:56

Disebut Orang Kaya, Gelandangan Yang Ditemui Risma Ngaku Tidak Dipedulikan Keluarga

Kamis, 07 Januari 2021 | 17:56

Pak Tua Yang Ditemui Risma Dikuliti Warganet, Bukan Gelandangan?

Kamis, 07 Januari 2021 | 00:20

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Berani Lawan Anies, Gibran Diingatkan "Martabak" Lebih Lembek Ketimbang "Mebel"

Kamis, 07 Januari 2021 | 13:41

Pantas Corona Naik Drastis, Praktik Jual Beli Surat Tes Covid-19 Ternyata Marak Di Bandara

Kamis, 07 Januari 2021 | 08:17

Rumah Yang Digeledah KPK Terkait Korupsi Bansos Diduga Milik Keluarga Politisi PDIP Ihsan Yunus

Selasa, 12 Januari 2021 | 16:33

UPDATE

Mahfud MD Tegaskan Negara Bisa Memaksa Rakyat Buat Divaksin

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:52

Demonstran Myanmar Bentrok Dengan Aparat, Tuntut Pengadilan Segera Sidangkan Kasus Biksu Radikal Ashin Wirathu

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:47

Pakar: Sesuai UU 6/2018, Menolak Vaksin Tidak Dapat Dipidana

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:38

Permaisuri Malaysia Bantu Korban Banjir, Netizen: Ibu Negara RI Kemana?

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:30

Bukan Kelelawar, Ahli Virologi China Ini Sebut Asal-usul Virus Corona Berasal Dari Cerpelai

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:29

BNPB Benarkan Ada Penjarahan Di Lokasi Bencana Gempa Bumi Sulbar

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:23

Ossy Dermawan Kini Diangkat Jadi Wasekjen Partai Demokrat

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:35

Mayat Yang Ditemukan Mengapung Di Sungai Taiwan, Diduga Pelajar Indonesia Yang Tenggelam Saat Malam Tahun Baru

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:31

Dimulai Dari Dandim, 16 Pejabat Dan Tokoh Di Papua Disuntik Vaksin Sinovac

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:17

Ini Daftar Provinsi Penyumbang Terbanyak Tambahan Kasus Positif Yang Pecah Rekor Hingga 14.224

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:17

Selengkapnya