Berita

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae/Net

Politik

Pimpinan Komisi V: Banyak Beranggapan Tiket Pesawat Murah Kerap Abaikan Keselamatan

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 15:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pimpinan Komisi V DPR menilai penerbangan Indonesia dicap buruk oleh internasional. Lantaran sudah ada dua maskapai penerbangan dalam kurun waktu setahun lebih dua bulan jatuh dan menewaskan sedikitnya ratusan penumpang.

Atas dasar tersebut, Komisi V bakal memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan instansi terkait mengenai banyaknya peristiwa jatuhnya pesawat Indonesia.

Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae menegaskan agar tidak memberikan tarif yang murah untuk penerbangan, supaya maskapai dapat memberikan dan memperhatikan keselamatan penumpang dengan baik.


"Bagaimana pesawat penerbangan yang bertarif murah ini jangan terlalu banyak mereka lahir, tapi tidak memperhatikan faktor keselamatan," ucap Ridwan saat kunjungan di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1).

Menurut politisi Golkar ini, banyak orang beranggapan adanya tarif pesawat yang murah kerap mengabaikan keselamatan penumpang lantaran tidak melakukan maintenance dengan baik.

"Karena biaya kurah pada dasarnya menurut pemikiran orang itu adalah bisa terjadi dengan mengabaikan persoalan suku cadang yang sangat dibutuhkan dalam keseriusannya," katanya.

"Terkait hal ini dalam waktu dekat Komisi V akan memanggil, mengajak, mengundang Menhub dan yang terkait bicarakan hal ini," tandas Ridwan menambahkan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya