Berita

Serpihan pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu/RMOL

Nusantara

Ikatan Pilot Indonesia Minta Detail Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air Tak Buru-buru Dipublikasi

MINGGU, 10 JANUARI 2021 | 18:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

. Penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diharapkan dilakukan secara ketat mengikuti ketentuan dan protokol yang diuraikan dalam ICAO Annex 13.

Hal tersebut ditegaskan Ikatan Pilot Indonesia dalam menyikapi kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

"Penyelidikan KNKT diharapkan mengikuti protokol ICAO Annex 13, hanya untuk tujuan menemukan faktor penyebab kecelakaan dan membuat rekomendasi keselamatan penerbangan yang diperlukan," tegas pernyataan yang ditandatangani Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Captain Iwan Setyawan, Minggu (10/1).


Ia berharap proses investigasi tersebut dapat berlangsung dengan baik dan tidak diintervensi oleh kepentingan lain dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan.

Iwan menambahkan, penyelidik kecelakaan harus memiliki akses tanpa hambatan ke semua bahan dan barang bukti. Termasuk reruntuhan, rekaman penerbangan, catatan dari pihak pengelola lalu lintas udara dan otoritas tak terbatas untuk memastikan pemeriksaan dapat dilakukan secara rinci tanpa penundaan oleh ahli keselamatan penerbangan yang relevan dan kompeten.

Selama investigasi berlangsung, jelasnya, pengumpulan, pencatatan dan analisa informasi yang relevan, termasuk pernyataan dari para saksi diharapkan tidak terjadi pengungkapan detail data atau catatan kecelakaan. Hal tersebut untuk menghindari salah tafsir atas peristiwa yang terjadi, sebagai kesimpulan awal.

"Publikasi informasi yang terlalu dini dapat membahayakan keselamatan penerbangan apabila informasi tersebut tidak memiliki konteks keseluruhan dari data investigasi faktual yang dapat dipertanggungjawabkan," urai Captain Iwan.

"Kami berharap tidak adanya catatan ataupun pernyataan apa pun terhadap kecelakaan ini selain untuk kepentingan investigasi oleh KNKT," sambungnya.

Di sisi lain, pihaknya menyampaikan bela sungkawa kepada para keluarga penumpang dan awak pesawat serta kepada PT Sriwijaya Air atas terjadinya kecelakaan penerbangan Sriwijaya Air Boeing 737-500 PK-CLC.
 
Komite Analisis dan Pencegahan Kecelakaan Ikatan Pilot Indonesia pun siap membantu KNKT untuk konsultasi selama proses investigasi, penyusunan laporan kecelakaan, dan rekomendasi terhadap keselamatan penerbangan.
 
"Ikatan Pilot Indonesia akan memantau investigasi secara ketat untuk memastikan bahwa penyelidikan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip di atas dan diharapkan semua upaya dilakukan untuk mencegah terulangnya peristiwa tragis tersebut," demikian pernyataan Ikatan Pilot Indonesia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya