Berita

Rekonstruksi benrtrok antara anggota Polda Metro Jaya dengan laskar FPI/Net

Hukum

Siapa Petugas Selain Polda Metro Jaya Yang Ikut Buntuti Habib Rizieq?

JUMAT, 08 JANUARI 2021 | 22:50 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM Choirul Anam menyampaikan bahwa terdapat dua mobil yakni Avanza hitam B 1739PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD yang terlibat aktif melakukan pembuntutan robongan Habib Rizieq Shihab mulai dari kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Namun, sambung Anam, pihak Polda Metro Jaya tidak mengakui bahwa dua mobil tersebut bukan bagian dari tim lapangan yang bertugas melakukan pembuntutan.

"Bahwa benar kendaraan jenis Avanza Silver K 9143EL, Xenia B 1519 UTI dan B 1542POI serta Land Cruiser diakui sebagai  kendaraan petugas polisi yang pada tanggal kejadian sedang melakukan pembuntutan terhadap MRS. Sedangkan untuk  kendaraan  jenis Avanza hitam B 1739PWQ  dan  Avanza silver B 1278 KJD yang menurut keterangan saksi dan hasil identifikasi rekaman CCTV serta  analisis rekaman percakapan terlibat aktif dalam pembuntutan terhadap rombongan MRS, tidak diakui sebagai mobil milik petugas Polda Metro Jaya yang sedang melaksanakan tugas pembuntutan tersebut," beber Anam saat menyampaikan hasil investigasi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (8/1).


Bahwa dua mobil tersebut, kata Anam, ikut membuntuti dua mobil laskar FPI Avanza silver dan Chevrolet Spin saat mereka melewati Jalan Raya Klari, Jalan Raya Pantura (Surotokunto) Jalan Ahmad Yani, Jalan Tarumanegara, Jalan Internasional Karawang Barat, hingga kembali masuk melalui gerbang Tol Karawang Barat. Adegan ini ketika dua mobil FPI berusaha mengecoh petugas agar tidak mendekat ke mobil yang ditumpangi oleh Habib Rizieq Shihab.

Untuk itu, kata Anam, Komnas HAM juga merekomendasikan agar pihak terkait mendalami dan melakukan penegakan hukum
terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil Avanza hitam B 1739PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD.


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya