Berita

Nursaman, gelandangan yang ditemui Mensos Tri Rismaharini di Jalan Sudirman/RMOL

Politik

Disebut Orang Kaya, Gelandangan Yang Ditemui Risma Ngaku Tidak Dipedulikan Keluarga

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 17:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Nursaman alias Nur, pria berusia 70 tahun yang disebut-sebut sebagai gelandangan yang ditemui Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak tinggal bersama keluarganya.

Saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di Jalan Minangkabau Timur, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (7/1), Nur mengaku bahwa dirinya yang ditemui oleh Risma saat bangun tidur di depan ruko di daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

Bahkan, saat ditunjukkan foto gelandangan yang ditemui Risma, Nur mengakui bahwa itu dirinya.


Nur pun bercerita soal kehidupan pribadinya dan alasannya dia tidur dimanapun tempat yang berubah-ubah.

Kata Nur, ia masih mempunyai keluarga yang tinggal di sekitaran Jalan Minangkabau Timur ini. Dimana, anaknya tinggal dan membuka usaha jual kursi kantoran. Sedangkan istrinya, jualan es kelapa dan warung kecil.

"Yang (jualan es) kelapa Iin namanya, istri saya. Anak sama menantu yang jual (kursi), yang ijo (warna tembok ruko jual kursi) itu," ujar Nur kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/1).

Sementara itu, Nur juga mengakui bahwa istrinya mempunyai rumah dicsekitaran usaha es kelapanya. Namun, rumah tersebut dikontrakkan.

Nur pun merasa tidak dipedulikan oleh keluarganya itu. Sehingga, ia lebih memilih untuk tidur di trotoar ataupun depan ruko orang.

"Ya gak dipeduliin, dia tuh (anaknya yang jual kursi kantoran) kalau ngasih saya tuh kaya ngasih jajan anak kecil, Rp 10 ribu buat beli rokok. Kalau Rp 50 ribu atau Rp 20 ribu aja udah buat makan," katanya.

"Kalau istri mata duitan. Aturan kan rumah yang di belakang nih, 'pak Nur, ini tempatin aja'. Harusnya kan gitu. Nah ini malah di kontrakin, berarti kan mata duitan dia," sambungnya.

Bahkan kata Nur, dirinya mengaku tidak diajak untuk tinggal bersama keluarganya.

"Enggak (diajak tinggal bareng). Iya dibiarin. Iya, kalau siang (tidur) disitu, kalau hujan disana (nunjuk sebuah trotoar yang biasa jadi tempat tidurnya)" pungkasnya.

Sebelumnya, seorang ibu-ibu yang merupakan tetangga tempat istrinya berjualan es kelapa menyebut bahwa Nur merupakan orang kaya.

"Iya kenal, sering disini dia," ujar ibu yang mengenakan kerudung berwarna merah muda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/1).

Menurut Ibu yang membuka usaha fotokopian ini, Nur merupakan orang kaya yang mempunyai usaha sendiri. Yaitu, usaha jual kursi kantoran, usaha es kelapa dan bensin eceran.

"Emang disini dia. Emang iya dagang dia. Yang dagang kursi itu dia, yang dagang kelapa itu dia, dagang bensin dia. Kalau lukisan lain orangnya. Ah kaya dia ini," ungkapnya.

Bahkan kata Ibu ini, Nur juga mempunyai rumah di perkampungan dibelakang usaha fotokopiannya.

"Rumahnya di belakang juga ada. Kaya dia ini," terangnya.

Selain itu, Nur juga bukanlah pemulung seperti saat ditemui oleh Risma.

"Dia nggak pemulung, emang begitu penampilannya," tegasnya.

Ibu ini pun juga merasa kaget jika pria berambut putih panjang ini disebut sebagai gelandangan atau pengemis.

"Dia ngaku orang susah, padahal kalau saya pikir dia kaya, pikir aja itu rumahnya juga jual kursi, dagang kelapa, dibelakang ada rumahnya. Ada anaknya menantunya, ada cucunya juga," pungkasnya.

Warung es kelapa yang merupakan tempat usaha Istri Nur juga terdapat usaha jual bensin eceran. Sedangkan sebelah kirinya terdapat penjual gambar, lukisan atau foto yang bergambar Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri, Hasto Kristiyanto dan beberapa petinggi PDIP lainnya.

Di atas warung es kelapa tersebut juga berkibar bendera PDIP dan terdapat dua spanduk yang berlogo PDIP.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya