Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Pendidikan Harus Dilakukan Dengan Cara Baru, Jangan Terjebak Rutinitas

RABU, 06 JANUARI 2021 | 02:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pendidikan yang selama ini berjalan di Indonesia perlu dilakukan dengan inovasi dan cara-cara baru.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo alam sambutan virtual pada Rapat Terbuka Dies Natalis Ke-58 Universitas Brawijaya (UB), Selasa (5/1). Dalam kesempatan tersebut, presiden meyakini pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi.

“Jangan lagi terjebak dalam rutinitas, cara-cara baru harus kita kembangkan, keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” kata Presiden Jokowi dikutip dari Setkab.


Presiden menegaskan, pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru. Mahasiswa pun perlu difasilitasi agar bisa belajar apa pun dan kepada siapa pun, baik pada pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, dan para pelaku lapangan lainnya.

“Kerja sama dengan para praktisi ini bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk research and development di dunia industri, dan sekaligus pengembangan ilmu-ilmu murni,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi merasa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran dan menginspirasi untuk dapat membuat terobosan dan inovasi.

Inventor dari Universitas Brawijaya telah mengajukan 132 paten selama pandemi ini, tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas. Oleh karena itu, ujar Presiden, Indonesia menunggu IPTEK unggul produk UB untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap kita tidak berhenti pada jumlah paten dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerja sama untuk memperkuat hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi itu, melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri untuk kemajuan bangsa,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya