Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Banyak Faktor, PDI Perjuangan Harus Pertimbangkan Megawati Capres 2024

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 11:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada yang memprediksi pada Pilpres 2024 akan muncul pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Kemungkinan ini bisa saja, namun secara logika politik sulit terwujud.

Demikian disampaikan analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/12).

Alasannya, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu apakah bersedia kadernya menjadi orang nomor 2. Pertanyaan selanjutnya, jika harus pada posisi nomor 1, siapakah yang akan dimajukan oleh PDI Perjuangan.


"Selain nama Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Prananda Prabowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain, nama Ketua Umum PDI Perjuangan (Megawati Soekarnoputri) tetap perlu diperhitungkan," ujar Iwel Sastra.

Sebagai ketum parpol besar dan pernah menjabat sebagai Presiden, Megawati memiliki popularitas dan elektabilitas yang lebih baik dibanding kader PDI Perjuangan lainnya.

Selain itu, semua kelompok di internal partai pasti mendukung Megawati. Dan, ini bisa menghilangkan istilah petugas partai.

"Apakah kemudian diulang kembali komposisi Megawati-Prabowo seperti Pilpres 2009? Dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi," imbuhnya.

Masih kata Iwel Sastra, mengacu kepada Mahathir Mohamad di Malaysia dan Joe Biden di AS, usia tidak menjadi halangan seseorang dalam kompetisi politik.

"Namun, semua tentu kembali kepada Megawati, apakah masih berminat maju sebagai calon presiden atau mendorong kader yang lebih muda untuk maju seperti pada pilpres 2014 dan 2019," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya