Berita

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo/Net

Politik

Rachland Singgung Kenaikan Anggaran Infrastruktur 2021, Anak Buah Sri Mulyani Sindir Balik

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 03:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fokus pemerintah untuk tetap membangun infrastruktur di tahun 2021 dengan meningkatkan anggaran menuai sorotan dari politisi Demokrat Rachland Nashidik.

Rachland bahkan membandingkan keputusan pemerintah Indonesia yang menaikkan anggaran infrastruktur 2021 hingga Rp 417 triliun dengan pemerintah Malaysia yang menghentikan proyek kereta cepat karena alasan pandemi Covid-19.

"Di Negeri Jiran, proyek infrastruktur disetop, antara lain karena pertimbangan dampak pandemi. Di sini (Indonesia), proyek infrastruktur diteruskan dan anggarannya naik hingga 98 % (48 %) dari tahun lalu (Rp 281,1 T), meroket jauh di atas anggaran kesehatan. Pak Jokowi memang orang baik," tulis Rachland di akun Twitternya yang dikutip redaksi, Selasa (5/1).


Cuitan Rachland ini pun direspons beragam oleh warganet. Salah satu yang menanggapinya adalah Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo.

Prastowo kemudian menyinggung era pemerintahan sebelumnya yang pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi dengan boomingnya harga komoditas dan surplus namun tak sejalan dengan alokasi belanja infrastruktur yang dinilai masih minim.

Meski tak dijabarkan, namun diduga pernyataan tersebut merujuk pada pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di mana selama 10 tahun kepemimpinan SBY, pertumbuhan ekonomi melaju di kisaran 5-6 persen. Pencapaian tertinggi pada 2011 sebesar 6,5 persen dan terendah pada 2009 dengan pertumbuhan ekonomi 4,5 persen.

Selain itu, Prastowo juga menjelaskan bahwa peningkatan anggaran infrastruktur di tahun 2021 tak serta merta untuk membangun infrastruktur fisik.

"Pak Jokowi menggenjot untuk mengejar ketertinggalan. 2020, anggaran infrastruktur diturunkan. 2021 fokus ke infra digital, perbaikan infra kesehatan dan pertanian," demikian Yustinus Prastowo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya