Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Andaikatamologi Utopia

SENIN, 04 JANUARI 2021 | 09:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBELUM tahun 1516 istilah utopia belum hadir pada perbendaharaan terminologi peradaban umat manusia di planet bumi.

Sir Thomas More

Adalah Sir Thomas More yang menulis buku berjudul Utopia yang berasal dari bahasa Yunani bermakna “tempat yang tidak ada” namun kemudian dikembangkan menjadi “masyarakat yang tidak ada”.


Sir Thomas More sendiri memiripkan utopia dengan eutopia yang bermakna “tempat yang bagus” yang maknanya lebih dikenal sampai masa kini. Sebenarnya Platon sudah menawarkan suatu negara ideal di dalam Republic namun belum eksplisit menggunakan istilah Utopia.

Kepeloporan More dalam menulis buku Utopia berlanjut pada berbagai penulis seperti Samuel Butler (Erewhon), Etienne Cabet (Voyage to Icaria), Edward Bellamy (Looking Backward), Florence Dixie (Gloriana), Theodore Hetzka (Freeland), Upton Sinclair (The Millenium), Joe Oliver (Uniorder: Build Yourself Paradise yang menggunakan computer untuk mewujudkan impian More di dalam Utopia).

Bahkan kemudian novel Utopia berkembang menjadi Dystopia seperti yang ditulis oleh George Orwell pada Animal Farm  dan 1984, Isaac Asimov : I, Robot dan Ray Bradbury : Fahrenheit 451.

Film serial 2001, "Planet of The Apes" dan "Back To The Future" juga bersifat distopis. Sama halnya dengan ramalan Jayabaya yang sebenarnya diharapkan jangan sampai terjadi menjadi kenyataan.

Karl Marx

Menarik adalah pandangan sinis Karl Marx terhadap Utopia yang dianggap khayalan omong-kosong belaka padahal makna dasar Das Kapital maupun Communist Manifesto pada hakikatnya adalah utopia.
Alergi Marx mirip dengan alergi para rezim otoriter yang sangat tidak suka terhadap naskah-naskah utopis dan distopis sebab dianggap membahayakan kestabilan kekuasaan.

Pada hakikatnya novel jenis Utopia maupun Distopia membuktikan bahwa andaikatamologi bisa berperan sebagai pedoman peradaban umat manusia untuk mengubah das Sein yang kurang baik menjadi das Sollen yang lebih baik.

Andaikatamologi

Makna dasar andaikatamologi seirama dan senada dengan makna dasar kelirumologi yang melalui proses trial and error menggerakkan mekanisme mesin peradaban.

Demi mengobarkan semangat manusia senantiasa gigih berjuang menempuh perjalanan kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah, demi mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur yang hidup di negeri gemah-ripah-loh-jinawi-tata-tentram-kerta-rahardja seperti yang didambakan Sir Thomas More di dalam  Utopia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya