Berita

Ekonom senior Faisal Basri/RMOL

Kesehatan

Faisal Basri: Sok-sokan Tolak Bantuan Asing Tapi 500 Lebih Tenaga Kesehatan Kita Meninggal

SENIN, 04 JANUARI 2021 | 00:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia diminta untuk tidak segan meminta bantuan negara lain perihal tenaga medis. Pasalnya, saat ini sudah lebih dari 500 orang tenaga medis yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi senior Faisal Basri dalam acara diskusi virtual economic outlook KAHMIPreneur bertema 'Vaksin Untuk Kebangkitan Pariwisata Indonesia', Minggu (3/1).

Faisal menyarankan agar Indonesia meminta bantuan Kuba lantaran negara tersebut memberikan bantuan kepada negara-negara Eropa.

“Kuba itu bantu negara-negara Eropa. Eropa itu kan keren ya, tapi masih bisa (butuh) bantuan. Kita sok-sok-an enggak minta bantuan (tapi) sudah 500 lebih tenaga kesehatan meninggal,” ucap Faisal.

Selain itu, untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia, Faisal juga menyarankan agar pemerintah melakukan travel bubble, yakni membuka akses kepada dua negara atau lebih yang dianggap berhasil mengontrol virus corona.

Kebijakan tersebut, kata dia, untuk menciptakan jalur perjalanan terpisah dan memudahkan wisatawan menghindari kewajiban karantina mandiri.

“Seperti Korea yang terbuka buat warga China dari 10 provinsi. Jadi bukan city to city, city to country bisa province to country bisa. Limited travel bubble, praktik ini biasa,” katanya.

“Beberapa negara Eropa juga begitu, jadi ada zona-zonanya. Seperti di Inggris, pertandingan sepak bola di kota tertentu, kan boleh ada penonton walaupun sedikit. Jadi ada indikatornya,” tandasnya.

Populer

Hampir 2 Bulan Kosong, Presiden Jokowi dan Panglima TNI Disarankan Segera Tunjuk Pangkostrad Baru

Kamis, 13 Januari 2022 | 01:58

Viral Sesajen Gunung Semeru Ditendang dan Dibuang, Anak Gus Dur Meradang

Minggu, 09 Januari 2022 | 10:54

The Jerusalem Post: Prabowo Subianto Tokoh Utama di Balik Upaya Normalisasi Hubungan Israel-Indonesia

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:28

Ketua Umum HMI: Pelaporan Balik Terhadap Ubedilah Badrun Adalah Tindakan Salah Kaprah dan Bodoh

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:17

Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Laporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK

Senin, 10 Januari 2022 | 12:28

Jerry Massie: Memang Saham 100 M Kaesang Tidak Masuk Akal, Usahanya Saja Banyak yang Gagal

Selasa, 11 Januari 2022 | 16:38

Soal Deklarasi Prabowo-Jokowi, Pengamat: Jika Maju Cawapres, Makin Kuat Jokowi Beda Kelas dengan SBY

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:54

UPDATE

Bantu 3.000 Guru Honorer, Kelompok Milenial: Erick Thohir Tahu Cara Sejahterakan Rakyat Sesuai Profesi

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:33

Soal Vaksin Corona, Pemerintah Disarankan Bebas Pilih Rujukan Fatwa

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:31

Cerita Mahasiswi Dilarang Masuk Kelas Karena Berkerudung

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:29

Analis: Aplikasi Olimpiade Beijing My2022 Rentan Pelanggaran Data

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:58

Terima KUR Award, Ganjar Pranowo: KUR Adalah Peluru Kebangkitan Ekonomi

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:56

Program bjb Mesrakan Bali Dukung Modal bagi Pelaku UMKM di Pulau Dewata

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:53

Connie Bakrie: Proyek Satelit Kemhan Itu Menyangkut Kepentingan Nasional, Harus Tahu Sejarahnya

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:51

Longsor di Jepara, Satu Akses Jalan Tertutup

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:48

Penyandera di Sinagog Texas Pernah Dipantau oleh MI5

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:47

Ujang Komarudin: Kalau Mau Objektif, Kepala Badan Otorita IKN Dijabat Bambang Brodjonegoro

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:41

Selengkapnya