Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Pukulan Keras Untuk Trump Di Akhir Masa Jabatannya, Senat AS Batalkan Veto RUU Pertahanan

SABTU, 02 JANUARI 2021 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kongres AS telah membatalkan hak veto Presiden Donald Trump atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) senilai 740 miliar dolar AS. Ini  pertama kali ini terjadi dalam masa kepresidenannya.

Laporan BBC pada Sabtu (2/1) menyebutkan bahwa senat yang dikontrol Republik mengadakan sesi luar biasa, di Hari Tahun Baru, untuk memperdebatkan langkah tersebut, yang telah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Senat memberikan suara 81 hingga 13 untuk mencapai dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk mengesampingkan veto Trump atas NDAA itu.


Tagihan 740 miliar dolar AS akan mendanai kebijakan pertahanan untuk tahun yang akan datang.

Trump, yang meninggalkan jabatannya dalam beberapa minggu, keberatan dengan ketentuan tertentu dalam RUU tersebut.

Trump mengecam di Twitter, mengatakan, "Senat Republik baru saja melewatkan kesempatan untuk menghilangkan perlindungan untuk platform media sosial yang katanya memberikan kekuasaan tak terbatas kepada perusahaan Teknologi Besar. Menyedihkan!"

Trump juga mengecam anggota parlemen karena menolak seruannya untuk meningkatkan pembayaran bantuan Covid-19 menjadi 2.000 dolar AS, yang menurutnya, "Tidak adil, atau pintar!"

Anggota Kongres dari Partai Demokrat Nancy Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa suara bipartisan di Senat dan DPR "menyampaikan teguran keras atas serangan sembrono Presiden Trump terhadap militer dan keamanan nasional Amerika."

Pelosi, Pemimpin Mayoritas DPR, mengatakan anggota parlemen AS mendesak Trump untuk mengakhiri sabotase putus asa dan berbahaya, sebelum pelantikan Biden akhir bulan ini.

"Hak veto Trump atas National Defense Authorization Act, atau NDAA akan merugikan kesehatan, keamanan finansial, dan keselamatan anggota layanan kami, keluarga mereka, veteran kami, serta sekutu dan mitra kami di seluruh dunia," kata Pelosi, seperti dikutip dari Arab News.

"Alih-alih menjaga keamanan orang Amerika, presiden terus menggunakan saat-saat terakhirnya di kantor untuk menabur kekacauan dan merusak keamanan kita," katanya.

RUU yang disahkan oleh Kongres membutuhkan tanda tangan presiden untuk menjadi undang-undang. Pada kesempatan yang jarang, seorang presiden dapat memilih untuk memveto - atau menolak - undang-undang karena beberapa ketidaksepakatan kebijakan.

Anggota parlemen dapat membatalkan veto presiden dan memberlakukan RUU menjadi undang-undang dengan mengumpulkan dua pertiga suara di kedua kamar Kongres.

Trump menyebut undang-undang setebal 4.500 halaman itu, yang pembuatannya memakan waktu hampir setahun, sebagai 'hadiah untuk China dan Rusia'.

"Sayangnya, Undang-undang tersebut gagal memasukkan langkah-langkah keamanan nasional yang kritis, termasuk ketentuan yang gagal menghormati para veteran kami dan sejarah militer kami. Juga  bertentangan dengan upaya pemerintah saya untuk menempatkan Amerika sebagai yang pertama dalam tindakan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri kami," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya