Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Pilpres 2024, Anies Tetap Jadi Primadona Bagi Oposisi Untuk Dicapreskan

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 04:37 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anies Baswedan tetap diprediksi menjadi salah satu tokoh alternatif yang akan diusung untuk bertarung di pemilihan presiden 2024 mendatang.

Prediksi ini disampaikan Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir merespons dinamika politik usai bergabungnya simbol oposisi bergabung ke pemerintahan Jokowi.

Menurut Wempy, meski sejak Rabu (23/12) lalu Sandiaga Uno mengikuti jejak Prabowo mengambil jatah menteri, kekuatan koalisi kabinet Jokowi saat ini tidak akan langgeng hingga tahun 2024.


"Saya menduga ditengah perjalanan menjelang 2024, pasti ada yang akan membuat poros sendiri karena ingin mempunyai peran lebih dalam pemerintahan jika memenangkan pilpres 2024," demikian kata Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/1).

Dengan kondisi koalisi yang rentan pecah itu, Wempy melihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menjadi sosok alternatif yang akan diusung oleh para oposan.

Atas dasar itulah, Wempy menyarankan kepada Anies untuk serius menunjukkan prestasi kerjanya dalam memimpin ibukota.

Kata Wempy, jika Anies berhasil memimpin Jakarta, maka akan memudahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mendapatkan tiket dari parta untuk bertarung merebut kursi presiden Indonesia.

"Keputusan partai politik dalam mengusung capres tidak lepas dari seberapa besar tingkat popularitas dan elektabilitas sang calon. Jika Anies mempunyai tingkat popularitas dan elektabilitas yang memadai, bukan tidak mungkin partai akan berbondong-bondong mendukung Anies pada Pilpres 2024," pungkasnya.

Meski saat ini juga muncul sosok potensial lain seperti Gubernur Jateng ganjar Pranowo, Wempy menilai posisi Anies tetap strategis di tengah minimnya tokoh oposisi yang modal popularitas dan elektabilitas.

"Anies masih menjadi primadona bagi oposisi untuk mengusungnya pada Pilpres 2024 nanti," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya