Berita

Syeikh Ali Jaber/Repro

Politik

Syekh Ali Jaber: Perbedaan Pendapat Itu Wajar, Jangan Dijadikan Permusuhan

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 00:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah, rakyat, ulama dan umaro diharapkan untuk bersama-sama membangun negeri dengan meninggalkan perbedaan maupun perbedaan pandangan.

Pesan itu disampaikan oleh Syekh Ali Jaber di acara "Indonesia Menyambut 2021" yang diselenggarakan oleh Tv One menjelang detik-detik pergantian tahun untuk wilayah Indonesia barat (WIB), Kamis malam (31/12).

Dalam awal ceramahnya, Syekh Ali Jaber menyampaikan makna doa tidur dan doa bangun tidur.


Syekh Ali Jaber kemudian menyampaikan soal peristiwa selama 2020 di Indonesia yang kini tengah mengalami pandemi Covid-19 seperti negara di dunia lainnya.

Di tahun 2020 yang akan segera berakhir, Syekh Ali menilai banyak kesedihan karena banyaknya manusia yang terkena musibah, terjadinya bala atau musibah, ujian hingga meninggalnya orang baik ulama maupun tokoh.

"Mudah-mudahan di 2021 kita bersama-sama membangun ukhuwah kita. Ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathoniyah, satu-satu bersama-sama di bawah bendera merah putih dan ukhuwah insaniyah sesama kita manusia walaupun beda agama, kita bersama merapatkan shaf kita mencintai negeri kita dan kita bersama-sama memakmurkan," ujar Syekh Ali Jaber seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (31/12).

Sehingga kata Syekh Ali, perbedaan pandangan maupun pendapat merupakan hak yang wajar. Namun, perbedaan pendapat dan pandangan dalam membangun negara, jangan dijadikan sebagai permusuhan dan perpecahan.

"Mari kita sama-sama menjaga NKRI kita di 2021 ini. Mudah-mudahan dengan saya berharap selalu dan bermunajat kepada Allah dengan baik sangka dengan Allah SWT, Insya Allah akan semua berubah nasib menjadi lebih baik," harap Syekh Ali.

Karena masih kata Syekh Ali, nasib tidak akan berubah jika tidak dari diri sendiri.

"Mulai dari diri kita sendiri, mulai mencintai negeri kita, mulai kita bersama sinergi. Ulama, umaro, pemerintah dengan rakyat, ayo kita bersama-sama kita membangun negeri kita Indonesia," kata Syekh Ali.

"Tinggalkan perbedaan, tinggalkan khilafiyah, tinggalkan bermusuhan, dan kita bersama menuju persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Aamiin ya robbal alamin," pungkas Syekh Ali.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya