Berita

Lily, pengusaha kacang mete dari Makassar/Net

Bisnis

Jangan Takut Konsumsi Kacang Mete, Kalau Olahannya Tepat Alergi Pun Lewat

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 11:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun rasanya gurih dan menyehatkan, kacang mete juga memiliki komponen senyawa yang tidak sehat untuk tubuh. Di antaranya penyebab kolesterol tinggi dan menyebabkan alergi seperti munculnya jerawat. Namun, di tangan wanita pengusaha camilan kacang mete ini, resiko-resiko itu bisa diminimalisir lewat cara pengolahan yang tepat.

"Ada triknya. Pengolahan yang cermat dan cara yang tepat bisa meminimalisir resiko itu," kata Lily Nuryah, pengusaha camilan kacang mete sekaligus CEO PT Bunly Abadi Bersama.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa itu semua kembali kepada kondisi setiap orang. Dia hanya berusaha agar olahannya tetap aman dikonsumsi.

Ia bercerita, seorang pelanggannya yang memiliki alergi seperti jerawat, mengatakan bahwa meskipun ia memakan kacang mete produksi Bunly, alerginya tidak kambuh.

Ia bercerita, seorang pelanggannya yang memiliki alergi seperti jerawat, mengatakan bahwa meskipun ia memakan kacang mete produksi Bunly, alerginya tidak kambuh.

Lily juga mengatakan, yang juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan cita rasa yang renyah adalah cara menggorengnya.

Menurut Lily ada trik khusus agar rasa kacang menjadi gurih dan tahan lama. Itu juga menjadi caranya untuk bisa tetap tangguh dalam persaingan di dunia bisnis kuliner.
Lily yang mengembangkan usaha di Makassar, Sulawesi Selatan ini mengaku “Agar bisa bersaing saya selalu berinovasi dalam produk, penyajian, rasa dan servis ke pelanggan,” ujarnya, dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/12).

Usaha yang ditekuninya sejak 2017 teah mendapat tempat dari berbagai kalangan. Dalam sebulan produksinya bisa terjual hinga 1000 pieces, angka penjualan yang cukup bagis di tengah pandemi ini.

"Itu semua berkat kerja keras dan promosi yang saya lakukan. Terutama saya itu sangat senang berbagi pengalaman kepada sesama pebisnis camilan. Bagaimana agar produk bisa bertahan dan berkembang, serta bagaimana bisa meningkatkan kepercayaan konsumen agar bisa nyaman membeli produk kita," ujarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya