Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Keberhasilan China Atasi Pandemi Bakal Menyedot Banyak Modal Asing Di 2021

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keberhasilan China memimpin pemulihan global akibat pandemi Covid-19 disebut bakal membuat lebih banyak modal asing mengalir ke pasar saham negara itu pada 2021.

Menurut laporan analitis oleh bank investasi dan riset yang dilakukan sejumlah broker sekuritas menunjukkan aliran masuk modal asing ke pasar saham diperkirakan akan lebih tinggi tahun depan, menyusul penurunan pada 2020 akibat pandemi.

Pada hari Senin (28/12), arus masuk bersih yang masuk ke pasar saham A tahun ini tercatat hanya 200 miliar yuan, turun dari 351,7 miliar yuan (53 miliar dolar AS) pada 2019, dan 294,2 miliar yuan pada 2018, menurut data yabg disajikan choice.eastmoney.com, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (29/12).


Penurunan arus modal masuk tersebut sebagian besar terkait dengan rendahnya penghindaran risiko di kalangan investor sebagai respons terhadap perubahan pola ekonomi global akibat pandemi. Pada 2021, pasar negara berkembang Asia-Pasifik, dipimpin oleh pasar saham-A, diharapkan menarik lebih banyak modal, kata laporan itu.

Investor menarik sebagian modalnya dari pasar China karena dampak epidemi dan gejolak pasar luar negeri, namun tetap mempertahankan tren aliran masuk yang stabil, menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Anxin Securities.

"Dalam jangka panjang akan ada aliran masuk modal asing yang besar ke pasar saham-A karena pertumbuhan ekonomi dan pemulihan China mendapatkan traktat," kata Yang Delong, kepala ekonom di First Seafront Fund Management Co yang berbasis di Shenzhen, kepada Global Times.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sebesar 8,2 persen pada tahun 2021, menurut jajak pendapat dari 20 ahli yang disurvei oleh Global Times pada bulan Desember sedangkan ekonomi AS diperkirakan tumbuh sebesar 3,1 persen pada tahun 2021, sementara ekonomi UE diperkirakan akan berkembang pada 5,2 persen, menurut IMF.

Sebuah laporan dari Ping An Securities memperkirakan bahwa dengan langkah penyedia indeks global MSCI untuk lebih meningkatkan bobot saham A China dalam indeks ekuitasnya dan kecepatan pembukaan China yang dipercepat, maka akan ada lebih banyak dana mengalir ke pasar saham daratan.

"Karena pasar A-share terus terbuka, faktor penyertaan saham A dalam indeks internasional seperti MSCI Emerging Markets Index terus meningkat, menarik investor institusi asing untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke pasar modal China," kata Yang.

“Selain itu, RMB (mata uang resmi Tiongkok) yang lebih kuat juga akan membuat aset RMB lebih menarik, yang juga akan menjadi insentif untuk menarik investasi asing ke China,” tambahnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya