Berita

Situs suci Nabi Musa, di mana di dalamnya ada masjid dan juga makam Nabi Musa/Net

Dunia

Kelompok HAM Minta Polisi Bebaskan Ratu Tekno Palestina Yang Gelar Acara Dugem Di Situs Suci Nabi Musa

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok hak asasi manusia menuntut pemerintah Palestina membebaskan seorang disc jockey wanita Sama Abdulhadi yang ditangkap setelah menggelar acara dugem di situs keagamaan Muslim, yaitu masjid dan makam Nabi Musa di dekat kota Jericho, Tepi Barat

Permintaan pembebasan itu disampaikan oleh direktur Komisi Independen Palestina untuk Hak Asasi Manusia, Ammar Dweik dalam sebuah pernyataan pada Selasa (29/12) waktu setempat.

Dweik yang organisasinya didirikan oleh otoritas Palestina itu mengatakan, Abdulhadi memiliki izin resmi untuk acara di Nebi Mussa tersebut, seraya mengkonfirmasi  bahwa Abdulhadi resmi ditahan pada Selasa (29/12) selama 15 hari ke depan.


"Kami hari ini meminta pembebasannya karena penangkapannya tidak logis," katanya seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/12).

"Dia telah menerima izin dari kementerian pariwisata," lanjutnya.

Dalam pembelaannya Dweik berkilah bahwa jika memang ada larangan menyelenggarakan acara pesta, kenapa tidak sedari awal mereka melarang itu.

“(Situs) Nebi Mussa bukan hanya tempat religi tapi juga tempat wisata,” ujarnya. "Jika musik elektronik tidak sesuai untuk itu, kementerian seharusnya tidak memberikan otorisasi."

Shawan Jabarin, direktur jenderal kelompok hak asasi Palestina Al-Haq, juga ikut mengecam "penangkapan sewenang-wenang" yang menurutnya ditujukan untuk memuaskan sebagian opini Palestina.

Sementara keluarganya telah mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa permohonan jaminan Abdulhadi ditolak.

Polisi Otoritas Palestina menangkap dj perempuan brusia 30 tahun itu pada Minggu (27/12) malam waktu setempat, sehari setelah dia tampil di situs Nebi Mussa, tempat pemakaman tradisional Nabi Musa di bawah tradisi Islam.

Abdulhadi dianggap oleh banyak orang sebagai wanita Palestina pertama yang menjadi disc jockey profesional, bahkan harian Israel Haaretz memanggilnya 'Ratu Tekno Palestina'.

Video acara yang diunggah di media sosial menunjukkan pria dan wanita menari bersama pada pertemuan tersebut, memicu kemarahan publik dan tuduhan penodaan situs, di mana di sana terdapat masjid.

Parahnya acara tersebut juga berlangsung di tengah pembatasan virus corona yang kini sedang diberlakukan di Tepi Barat.

"Peristiwa itu, benar-benar menjijikkan. Ini adalah penghinaan terhadap tiga agama (monoteistik)," kata salah satu netizen di Twitter.

"Berani-beraninya sekelompok orang Palestina liberal di masjid Nebi Mussa?" lanjutnya.

Atas permintaan Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh , sebuah komisi penyelidikan dibentuk untuk menentukan apa yang terjadi di Nebi Mussa.

Saat dimintai komentar oleh AFP, polisi mengatakan kasus itu ada di tangan pemerintah.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa dia tidak dapat berkomentar karena masalah tersebut sedang dalam proses penyelidikan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya