Berita

Seorang aktivis pro-demokrasi memegang tanda dukungan kepada Zhang Zhan di Hong Kong, 28 Desember 2020/Net

Dunia

Uni Eropa Desak China Bebaskan Jurnalis Pelapor Virus Corona Di Wuhan

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 06:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa mengkritik langkah pemerintah China yang menahan seorang jurnalis warga yang melaporkan bahwa wabah awal pandemi virus corona berasal dari Wuhan.

Kritik itu datang setelah pada Senin (28/12) pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada Zhang Zhan, seorang jurnalis warga yang melaporkan pada puncak krisis di kota tempat virus corona pertama kali muncul, seperti  dilaporkan CNA, Selasa (29/12).

Pengacaranya mengatakan Zhang dipenjara dengan alasan 'memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah'.
Menanggapi itu, Uni Eropa (UE) menyerukan pembebasan Zhang dengan segera. UE juga menyerukan kebebasan bagi pengacara hak asasi manusia Yu Wensheng yang saat ini juga dipenjara pemerintah China, serta beberapa aktivis hak asasi manusia dan individu yang terlibat dalam pelaporan untuk kepentingan publik.

Menanggapi itu, Uni Eropa (UE) menyerukan pembebasan Zhang dengan segera. UE juga menyerukan kebebasan bagi pengacara hak asasi manusia Yu Wensheng yang saat ini juga dipenjara pemerintah China, serta beberapa aktivis hak asasi manusia dan individu yang terlibat dalam pelaporan untuk kepentingan publik.

“Menurut sumber yang dapat dipercaya, Zhang telah mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk selama penahanannya dan kondisi kesehatannya sangat memburuk,” kata juru bicara urusan luar negeri untuk 27 negara Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.

Kritik UE atas masalah ini muncul sehari sebelum para pemimpin UE dan China diharapkan mencapai kesepakatan untuk memberi perusahaan Eropa akses yang lebih baik ke pasar China.

Zhang termasuk di antara segelintir orang yang laporan langsung dari rumah sakit yang ramai dan jalan-jalan kosong yang melukiskan gambaran mengerikan tentang pusat pandemi daripada narasi resmi.

Kritikus mengatakan bahwa China sengaja mengatur persidangan Zhang berlangsung selama musim liburan di Barat, untuk meminimalkan pengawasan.

“Pembatasan kebebasan berekspresi, akses ke informasi, dan intimidasi dan pengawasan jurnalis, serta penahanan, pengadilan dan hukuman terhadap pembela hak asasi manusia, pengacara, dan intelektual di China, tumbuh dan terus menjadi sumber perhatian besar,” kata juru bicara Uni Eropa.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya