Berita

Jack Ma/Net

Dahlan Iskan

Pusing Ma

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 04:15 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

AKHIRNYA jelas: bagaimana nasib Jack Ma selanjutnya. Ia diharuskan kembali ke bisnis awal: pelayanan pembayaran.

Ia juga harus memecah grup perusahaannya yang baru: Ant Group. Yang dinilai sangat monopolistik.

Ma, dalam bahasa Mandarin, bisa diartikan kuda. Dan pemerintah Tiongkok kini memutuskan untuk mengendalikan kuda itu. Agar tidak meloncat ke mana-mana.


Dengan dibentuknya grup baru itu Jack Ma memang menguasai semua hajat hidup manusia (Disway: Semut Raksasa).

Dalam bahasa Mandarin ''ma'' juga bisa berarti semut (蚂蚁-ma yi). Karena itu nama grup baru Jack Ma tersebut, dalam bahasa Inggris disebut Ant Group.

Tapi ''semut'' nya Jack Ma ini terlalu besar. Ia seperti bank yang merangkap asuransi, merangkap penjaminan, merangkap ekspedisi, merangkap leasing, merangkap underwriter merangkap notaris, merangkap kantor hukum, merangkap semuanya.

Dan semua itu bisa ia lakukan dengan satu alat: teknologi. Yakni teknologi gabungan antara kamera, telepon, internet, artificial intelligent, dan big data.

''Ma'' dalam bahasa Mandarin juga bisa berarti marah.

Pemerintah Tiongkok pun marah besar pada Jack Ma. Kemarahan itu dipicu oleh rencana Jack Ma membawa Ant Group masuk pasar modal di Hongkong. Yang akan mengeruk dana 300 miliar dolar AS. Setara dengan rupiah sebesar...-hitung sendiri. Yang terbesar dalam sejarah go public di dunia.

Persiapan untuk itu sudah selesai. Semua perhitungan sudah dibuat. Ant Group juga sudah mengumumkannya. Media di seluruh dunia membicarakannya. Calon pembeli sahamnya sudah siap-siap. Uang sebanyak itu sudah di depan mata.

Dua hari lagi go public itu didaftarkan ke pasar modal. Tinggal menunggu satu izin dari dari pemerintah. Biasanya, di masa-masa lalu, itu bukan masalah.

Ternyata masalah. Tiba-tiba pemerintah pusat memerintahkan menunda go public itu. Tidak disebutkan alasannya. Dari pihak Jack Ma masih optimistis izin akan diberikan. Mungkin masih ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi.

Rumor pun mulai marak. Dihubung-hubungkan pula dengan Donald Trump. Jack Ma termasuk tamu pertama-tama Trump setelah dilantik menjadi Presiden Amerika tahun 2016.

Lalu dihubungkan pula dengan sumbangan Jack Ma yang kurang besar kepada pemerintah. Semua pidato Presiden XI Jinping dianalisis. Adakah kalimat yang menunjukkan sinyal Jack Ma harus bagaimana. Itu karena beredar rumor penghentian go public tersebut atas perintah langsung presiden.

Ada satu kalimat yang bisa dihubungkan ke sana. Yakni: "Perlunya para pengusaha besar ikut mengabdi untuk kepentingan rakyat".

Lantas media di Tiongkok mengungkit sejarah lama: 1890-1910. Di kurun itu muncul pengusaha besar di Tiongkok –terkaya saat itu. Namanya: Zhang Jian.

Dengan kekayaannya itu Zhang mendirikan universitas keguruan –seperti IKIP– yang pertama di Tiongkok. Itu lantas menjadi role model di Tiongkok: setiap provinsi pasti punya ''Normal University''. Berkat Zhang Juan sebelum tahun 1900, Tiongkok sudah punya perguruan tinggi khusus untuk melahirkan guru.

Zhang Jian juga mendirikan universitas umum. Yang sampai sekarang masih menjadi salah satu universitas terbaik di Tiongkok. Yakni Fudan University, Shanghai.

Ia juga mendirikan museum di kota kelahirannya: Nantong, dekat Shanghai. Itulah museum pertama di Tiongkok.

Di zaman dulu, orang-orang terkaya Tiongkok selalu dikenal lewat filantropinya. Di Xiamen pun peninggalan seperti itu juga terjadi.

Ada juga yang menghubungkan dengan dosa Jack Ma. Yakni dianggap terlalu vokal. Terutama saat mengkritik sistem perbankan di Tiongkok.

Semua rumor itu akhirnya terjawab. Bukan karena itu. Melainkan karena Ant Group dianggap monopolistik. Sebanyak 800 juta orang hidupnya terikat di Ant Group. Itu dianggap membahayakan. Juga dianggap terlalu menguasai.

Jack Ma diminta kembali ke bisnis awal: Alipay adalah layanan sistem pembayaran. Harus hanya itu. Itu pun besarnya sudah bukan main. Dan Alibaba adalah perusahaan logistik.

Tentu, kini, Jack Ma, 56 tahun, mantan guru bahasa Inggris, bershio naga, pusing sekali. Pusingnya orang kaya raya. Mungkin rasanya berbeda.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya