Berita

Angkatan Tentara Malaysia (ATM)/Net

Dunia

Jaringan Tentara Malaysia Diretas, Tampilkan Gambar-gambar Tidak Senonoh

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Angkatan Tentara Malaysia (ATM) mengonfirmasi telah menjadi target seragan siber di jaringan datanya pada Senin (28/12).

Komandan ATM Jenderal Tan Sri Affendi Buang pada Selasa (29/12) mengatakan, serangan itu dideteksi oleh Divisi Siber dan Elektromagnetik (BSEP) dan Pusat Operasi Pertahanan Siber ATM (CDOC).

Dikutip dari Bernama, Affendi mengatakan serangan itu hanya menargetkan segmen tertentu yang telah ditempatkan di luar jaringan sejak awal, sehingga tidak memengaruhi pengoperasian portal yang sebenarnya. Data penting pun masih terlindungi.


"Segera setelah serangan dimulai, BSEP dan CDOC menerapkan pemisahan lalu lintas data untuk tujuan mengaburkan lokasi sebenarnya dari data rahasia dan dengan demikian melindungi jaringan yang ditargetkan oleh peretas," jelas dia.

"ATM juga mengetahui upaya serangan siber yang sedang berlangsung di jaringan informasi milik Kementerian Pertahanan dan ATM," lanjutnya.

Affendi mengatakan, aspek keamanan siber ATM selalu siaga untuk memastikan setiap ancaman yang mengganggu jaringan komunikasi pertahanan dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan baik.

“ATM senantiasa memantau dan meningkatkan aspek keamanan siber dari waktu ke waktu, terutama melalui peran BSEP dan CDOC, yang tidak hanya memperkuat jaringan pemantauan dan pertahanan komunikasi ATM, tetapi juga melindungi jaringan komunikasi strategis strategis pertahanan negara,” terangnya.

Portal web ATM diyakini telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menampilkan gambar-gambar tidak senonoh di portal tersebut sekitar tengah hari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya