Berita

Pakar kedaruratan WHO, Michael Ryan/Net

Dunia

WHO: Covid-19 Hanya Peringatan, Kita Perlu Bersiap Untuk Pandemi Yang Jauh Lebih Parah

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 14:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan bahwa pandemi yang lebih buruk bisa terjadi di masa depan, karena Covid-19 yang terjadi saat ini hanya sebuah pengingat semata.

"Ini adalah seruan untuk bangun," kata kepala kedaruratan WHO Michael Ryan, seperti dikutip The Guardian, Selasa (29/12).

"Pandemi ini sudah sangat parah. Ini sudah menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan sudah mempengaruhi setiap sudut planet ini, tetapi belum tentu yang besar," lanjutnya.


Sejak diidentifikasi pertama kali di Kota Wuhan, China pada akhir tahun lalu, virus corona sudah menginfeksi lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia, dengan hampir 1,8 juta di antaranya meninggal dunia.

Ryan menyebut, virus corona sangat mudah menular, tetapi tingkat kematiannya cukup rendah dibandingkan dengan penyakit baru lainnya. Untuk itu, masih ada kemungkinan pandemi yang lebih buruk terjadi nanti.

"Kita perlu bersiap untuk sesuatu yang bahkan lebih parah di masa depan," ucapnya.

Sementara itu, penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan, meski dunia sudah membuat banyak kemajuan ilmiah untuk mengatasi krisis virus corona, tetapi masih jauh dari kata siap untuk menangkal pandemi di masa depan.

"Kita berada di gelombang kedua dan ketiga dari virus ini, kita masih belum siap untuk menanganinya... apalagi yang berikutnya," ujar dia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga berharap agar pandemi Covid-19 dapat membantu dunia menjadi lebih siap menghadapi ancaman ke depan.

"Dari segi kesadaran, saya kira kita sudah mendapatkannya sekarang," demikian Tedros.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya