Berita

Israel dilaporkan kerahkan kapal selam menuju Teluk/Net

Dunia

Kapal Selam Israel Menuju Teluk, Iran: Jangan Mulai Petualangan Baru Di Hari-hari Terakhir Donald Trump

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 13:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran memberikan peringatan kepada Israel untuk tidak melewati batas 'garis merah' di Teluk, seiring dengan pengerahan kapal selam oleh Tel Aviv di Terusan Suez.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Senin (28/12) mengatakan Iran akan mempertahankan diri dari langkah mililter yang dikerahkan menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 20 Januari 2021.

"Semua orang tahu kebijakan (Teheran) mengenai keamanan nasional. Semua orang tahu betul seberapa tinggi risiko yang ditumbulkan jika garis merah Iran dilanggar," kata Khatibzadeh memberikan peringatan.


"Kami telah mengirim pesan kepada pemerintah AS dan teman-temannya di kawan saat ini untuk tidak memulai petualangan baru di hari-hari terakhirnya di Gedung Putih," lanjut dia, seperti dikutip The National.

Lebih lanjut, ia mengatakan Iran tidak berupaya meningkatkan ketegangan, melainkan meminta Washington untuk menunggu kepemimpinan Biden.

Pernyataan Khatibzadeh muncul setelah media Israel melaporkan bahwa kapal selam Israel melintasi Terusan Suez, menuju Teluk.

Pengerahan kapal selam itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Israel akibat pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada bulan lalu. Iran menuding Israel turut serta dalam operasi pembunuhan tersebut.

Sementara itu, AS juga menuding Iran terlibat dalam serangan roket yang menargetkan kedutaannya di Baghdad, Irak, pada pekan lalu. Itu lantaran serangan tersebut terjadi menjelang peringatan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS pada awal 2020.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya