Berita

Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge/Net

Dunia

Belanda Catat Sebelas Kasus Varian Baru Virus Corona, Lima Di Antaranya Terdeteksi Di Sekolah Dasar Rotterdam

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge dalam sebuah surat kepada Parlemen pada Senin (28/12) waktu setempat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat total sebelas kasus mutasi virus corona yang sangat menular, naik dari dua kasus yang sebelumnya diungkapkan di Amsterdam.

Menkes mengatakan, dari sebelas kasus di Belanda, lima terkait dengan guru dan siswa di salah satu sekolah dasar Rotterdam yang dirahasiakan.

“Karena wabah di sekolah dasar luar biasa dan banyak yang masih belum diketahui, RIVM, bersama dengan GGD di Rotterdam, memutuskan untuk menyelidiki cluster ini lebih lanjut. Tidak hanya guru dan murid yang tertular yang diperiksa, tetapi juga rumah tangga guru dan murid tersebut, dan situasi di sekolah juga dipetakan lebih lanjut melalui kuesioner,” tulis De Jonge, seperti dikutip dari NL Times, Selasa (29/12).


Meskipun masih banyak yang belum diketahui tentang cluster Rotterdam, satu kasus di Nijmegen ditemukan pada seseorang yang baru-baru ini memiliki hubungan pribadi dengan Inggris Raya. Lima kasus Amsterdam secara total juga dikaitkan dengan mutasi melalui investigasi sumber dan kontak serta pemantauan acak dari sampel uji virus corona.

"Selama minggu ini dan minggu depan, beberapa ratus sampel dari semua wilayah akan diperiksa untuk studi tentang tingkat penyebaran di Belanda," tulis De Jonge.

Chantal Reusken, ahli virologi terkemuka di badan kesehatan masyarakat RIVM, mengatakan dia mengantisipasi mutasi Inggris yang diperkirakan akan lebih sering muncul di Belanda, mulai minggu ini.

Tim Manajemen Wabah Belanda dilaporkan akan bertemu pada hari Rabu (30/12) untuk membahas situasi dan memberikan arahan terbaru terkait perkembangan situasi. Mereka tidak secara eksplisit menyebutkan akan ada pembatasan virus corona baru, namun meminta publik untuk terus membatasi secara ketat tamu rumah tangga maksimal dua orang, dan hal itu berlaku juga selama perayaan tahun baru.

Para peneliti mengatakan versi mutasi sekitar 70 persen lebih menular daripada jenis virus di Belanda. Itu diyakini bertanggung jawab atas lonjakan infeksi virus korona Desember di Inggris yang mendorong sebagian besar negara itu ke dalam kuncian ketat.

Kemunduran ini juga mendorong otoritas Belanda dan negara Eropa lainnya untuk sementara waktu memblokir perjalanan dari Inggris.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya