Berita

Alexei Navalny/Net

Dunia

Rusia Beri Ultimatum, Alexei Navalny Harus Segera Pulang Atau Dipenjara

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 09:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia memberikan ultimatum kepada pemimpin oposisi Alexei Navalny. Di mana Navalny harus pulang ke Rusia sebelum tenggat waktu atau dipenjara.

Ultimatum itu diberikan oleh Layanan Penjara Federal (FSIN) pada Senin (28/12). Lantaran menurut FSIN, Navalny telah melanggar persyaratan hukuman penjara yang masih dijalaninya karena kasus pada 2014.

Navalny menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun yang ditangguhkan atas kasus korupsi yang katanya bermotif politik. Masa percobaannya berakhir pada 30 Desember.


Mengutip sebuah artikel di publikasi medis Inggris The Lancet tentang perawatannya, dikatakan Navalny telah keluar dari rumah sakit di Berlin pada 20 September dan bahwa semua gejala yang dialaminya telah lenyap pada 12 Oktober.

“Oleh karena itu terpidana tidak memenuhi semua kewajiban yang diberikan kepadanya oleh pengadilan, dan menghindari pengawasan dari Inspektorat Kriminal," jelas FSIN, seperti dikutip Reuters.

FSIN mengatakan, hukuman yang ditangguhkan dapat diubah menjadi hukuman penjara yang sebenarnya jika dugaan pelanggaran terbukti benar.

FSIN sendiri tidak menyebut tenggat waktu Navalnya harus pulang. Tetapi Navalny mengunggah tangakapan layar percakapannya dengan sang pengacara yang berisi bahwa ia harus pulang ke Rusia pada Selasa (29/12) pukul 09.00 waktu setempat.

Jurubicara Navalny, Kira Yarmysh mengatakan tidak mungkin bagi Navalny untuk pulang karena masih menjalani pemulihan.

Sementara itu, Kremlin mengatakan Navalny bebas kembali ke Rusia kapan saja seperti halnya warga negara Rusia lainnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya