Berita

Formapas saat diskusi membahas wakil rakyat asal Maluku Utara/RMOL

Politik

Formapas Gelar Refleksi Akhir Tahun 2020, Senator Asal Maluku Utara Dinilai Gagal

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 23:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Untuk menjawab berbagai masalah provinsi Malu Utara diperlukan berbagai pendekatan yang strategis dan rasional.

Demikian disampaikan Ketua Komite 1 DPD RI saat mewakili Ketua DPD LaNyalla Matalitti, di acara evaluasi kinerja DPD RI dan DPR RI Dapil Maluku Utara oleh Organisasi Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara se Jabodetabek Banten (Formapas) di Hotel Jambrut Jakarta, Senin (28/12).

“Permasalahan Maluku Utara luar biasa, untuk mengatasi masalah itu perlu kerja sama semua pihak, baik anggota DPR, DPD, pemerintah daetah maupun stake holders,” kata Fachrul Razi.


Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas RA memaparkan, dalam evaluasi kita perlu mengamati kinerja anggota DPR dan DPD. Menurut Anas, kinerja anggota dewan yang mewakili Maluku Utara belum terlalu membanggakan, hanya sedikit yang vokal.

“Ini mungkin dampak dari pemilihan anggota dewan, maupun kepsla daerah yang cenderung transaksional. Calon yang didukung dengan kekuasaan dan dana yang tampil sebagai pemenang,” ujar Anas.

Sedangkan menurut pakar hukum tata negara Abdul Aziz Hakim, bicara Maluku Utara adalah catatan buruk bagi anggota DPR dan DPD RI.

"Mereka hampir tidak terlihat kualitas kinerjanya, hal tersebut membuat kita bertanya tanya kepada sejumlah anggota DPR dan DPD asal Maluku Utara," demikian kata Abdul Aziz.

Sedangkan Suyatno Kahar, Dosen FISIP UMMU Ternate menyatakan bahwa kinerja anggota DPR dan DPD RI asal Maluku Utara sangat minim dan bahkan tidak terlihat.


"Yang terlihat hanya muncul saat ucapan selamat hari - hari besar di baliho - baliho. Kata Yatno.

Muliansyah Abdurrahman juga mengingatkan kepada senator dan DPR RI asal Maluku Utara harus cepat tanggap persoalan di Maluku Utara, sebagaimana di lakukaan oleh Ketua DPD RI LaNyalla.

Tujuannya supaya rakyat Malut juga tahu siapa wakil rakyatnya di pusat," pungkas Muliansyah.

Dalam acara yang digelar daring dan luring itu dihadiri sejumlah narasumber yakni Ketua Komite 1 DPD RI, Fachrul Razi. Sebagai pembicara; Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Anas RA. Dosen FISIP UMMU Ternate, Suyatno Kahar.

Pakar Hukum Tata Negara UMMU Ternate, Abdul Azis Hakim, Kadin Indonesia Muliansyah Abdurahman, Ketua Formapas, Jaidi A. Gani, dan Guntur Abd Rahman sebagai Moderator.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya